PEKANBARU, GORIAU.COM - Bulan puasa Ramadhan bagi umat muslim akan tiba kurang dua hari lagi‎ atau jatuh pada 18 Juni 2015 jika tidak ada perubahan pada sidang isbat yang dilakukan Kementerian Agama malam ini. Ada tradisi di masyarakat jelang puasa, yaitu berziarah kubur. Hal itu turut dilakukan masyarakat Pekanbaru.

Salah satu potret ziarah kubur jelang puasa itu tampak di Taman Pemakaman Umum Payung Sekaki di Jalan Beringin, Labuhbaru Barat, Kecamatan Payung Sekaki. Pantauan di lokasi, Selasa (16/6/2015) jelang sore hari, tampak pilihan warga mendatangi pemakaman tersebut.

Dengan berpakaian muslim yaitu berjilbab dan kopiah, mereka mendatangi kuburan tempat salah seorang‎ keluarga mereka dimakamkan. Di atas makam itulah, ayat suci al-quran dan doa-doa dipanjatkan bagi almarhum yang lebih dulu meninggalkan mereka.

Budaya ziarah jelang puasa itu, menjadi berkah sendiri bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi pemakaman. Mereka menjual bunga mawar, air, hingga jasa untuk membersihkan makam. Salah seorang‎ pedagang bunga, Nana, mengatakan ziarah kubur sudah mulai ramai sejak beberapa hari terakhir.

"Kalau besok orang-orang sudah sibuk acara petang balimau, jadi sekarang puncaknya mereka berziarah," ucap Nana yang baru berjualan bunga hari ini.

Tradisi ziarah kubur itu, diakuinya mendatangkan rezeki bagi warga, terutama jasa membersihkan makam, baik anak-anak, ibu-ibu maupun remaja.

Pemakaman umum di Pekanbaru memang tampak padat dikunjungi masyarakat untuk melaksanakan ziarah kubur.

"Ini saya lakukan untuk mengingat sanak keluarga yang sudah meninggal. Lagipula, semua manusia akan kembali juga ketempat yang sama, dimana manusia diciptakan," ujar Herman, salah satu warga yang melakukan ziarah kubur di salah satu almarhum keluarganya.

Herman juga menyampaikan, ziarah yang dilakukannya untuk mengingat orang tuanya yang telah pergi kepangkuan ilahi. "Kami bersama keluarga datang ingin memajatkan doa kepada Allah. Supaya arwah orang tua tenang. Karena hanya doa dari anak yang tidak akan ada penghambat," tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Supriadi, salah satu rombongan penziarah kubur. Dia menuturkan, dirinya dan keluarganya datang ke kuburan untuk memberikan doa serta ingin membersihkan area sekitar makam keluarganya. "Ini sudah menjadi tradisi setiap tahun. Karena kesibukan, terkadang lupa membersihkannya," singkatnya.

Selain menjelang puasa, ziara kubur juga dia lakukan pada saat Idul Fitri, maupun Idul Adha. Bahkan, setiap hari-hari besar Islam diperingati, dia selalu meluangkan waktu untuk berziarah ke makam keluarga.

Terpisah, salah satu penjaga TPU Payung Sekaki mengaku, sudah dua hari terakhir selalu ramai dikunjungi warga. "Hari ini semakin banyak karena sudah puncaknya," pungkas dia.(rul)