SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kalau saat ini jatah Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kepulauan Meranti hanya 1400 KL (905KL premium dan 495 solar), kedepannya bakal bertambah. Penambahan itu hingga 4000KL dengan rincian 2000KL premium dan 2000KL solar.


Demikian disampaikan Kadisperindagkop-UKM Kepulauan Meranti Syamsuar Ramli didampingi Kasi pengawasan barang dan jasa Fajarullah, Selasa (10/2/2015) lalu. Syamsuar waktu itu menyampaikan bahwa mereka telah membicarakan dengan pihak pertamina.
Katanya lagi, pertemuan antara Disperindag Meranti, wakil pimpinan DPRD Muzamil, danGM Pertamina Medan, itu membahas masalah penambahan kuota BBM di kabupaten termuda se Riau. Secara lisan, tambah Syamsuar, GM Pertamina itu setuju bahwa kuota BBM di Meranti akan ditambahkan.
"Secara lisan GM Pertamina setuju, dalam waktu dua minggu kedepan akan ada kepastian. Kemudian sebulan setelah kepastian baru jatah BBM dengan kuota baru akan masuk ke Meranti," ujar Syamsuar pula.
Syamsuar juga mengungkapkan, dengan penambahan ini, nantinya SPBU yang sudah siap beroperasi akan menjual BBM untuk kebutuhan masyarakat. Masyarakat juga sudah bisa merasakan harga BBM yang tidak begitu mahal.
"Memang kendala kita pada pendistribusian. Sistem penyaluran, hingga pembongkaran, dan pendistribusian pasti memerlukan biaya tambahan, namun itu tidak boleh terlalu mahal nantinya. Kita akan awasi semuanya," katanya lagi.
Disamping itu pula, kata Syamsuar lagi, rencananya bupati akan berusaha menyelesaikan pembangunan jalan penghubung antara pulau Tebingtinggi dengan Pulau Sumatera yang melintasi hutan kundur dan mengkikip itu.
"Kendala pemerintah pada jalur pendistribusian. Kita harapkan pembangunan jalan itu bisa digesa, sehingga tangki pertamina bisa langsung ke Selatpanjang," ujar Syamsuar.(zal)