
DURI - Kasus kekerasan maupun pencabulan terhadap anak dibawah umur di wilayah hukum Polres Bengkalis, cukup tinggi. Namun sangat jarang atau tidak pernah sama sekali di ekspos kepada media.
Hal itu diakui oleh Kapolres Bengkalis, AKBP Hadi Wicaksono saat dikonfirmasi GoRiau.com (GoNews Grup), Selasa (20/12/2016) lalu.
"Pemberitaan soal perlindungan anak ini sangat menjadi sorotan oleh masyarakat khususnya yang suka membaca berita. Mulai dari kekerasan terhadap anak maupun pencabulan," katanya kemarin.
Menurut Kapolres, munculnya pemberitaan kasus anak ini kebanyakan membuat korban maupun pihak keluarga korban merasa malu atas pemberitaan tersebut.
"Untuk itu, demi menghargai perasaan keluarga korban maupun psikologis korban, pihak terkait tentang komisi pelindungan anak dan kepolisian tidak mengekspos ke media," ujarnya.
Kemungkinan, masih kata Kapolres, kasus asusila yang kerap terjadi karena degradasi moral di tengah masyarakat. Pendidikan akhlak dan agama sudah sangat kurang diterapkan dalam keluarga dan masyarakat.
"Mungkin perlu bagi orangtua untuk memberikan tambahan pendidikan agama dan akhlak terhadap anak. Memberikan pengetahuan kepada anak, tentang apa yang boleh dan tidak boleh pada diri anak dipegang oleh orang lain khususnya. Pengetahuan itu disesuaikan dengan usia anak," imbuh Kapolres.*** #BENGKALIS