
PEKANBARU, GORIAU.COM - Satu dari 10 orang terduga pengedar narkoba antar provinsi pembawa sabu dan ribuan pil ekstasi yang nekat loncat dari lantai delapan hotel Aryaduta jalan Diponegoro Pekanbaru kemarin siang, akhirnya menjalani operasi di RS Bhayangkara Polda Riau, Sabtu (2/5/2015) pagi tadi. Selain operasi, ST juga sempat jalani tes urine.
Kabid Dokkes Polda Riau, AKBP Dadang Kurnia yang dihubungi GoRiau.com membenarkan bahwa mantan anggota polisi yang terjun bebas tersebut sudah menjalani operasi. "Tadi pagi kita sudah melakukan operasi pada kedua kakinya," jawab AKBP Dadang, Sabtu siang.
Menurutnya, ST cuma mengalami patah pada pergelangan kaki dan tulang kering. Lalu ada luka akibat pecahan kaca pada tangan dan beberapa bagian tubuhnya. "Untuk bagian lutut sampai pinggang ke atas masih normal. Hanya saja bagian lutut kebawah yang patah dan kita lakukan operasi," katanya.
Sementara itu, hasil tes urine yang dijalani ST menunjukkan bahwa dirinya positif pengguna narkoba. "Hasil tes urine dia ini positif pengguna narkoba. Yang jelas kondisi yang bersangkutan sudah mulai membaik," tukasnya.
Adapun ST bersama rekannya ZF di kamar 801 hotel Aryaduta digrebek petugas pada Jumat siang kemarin. Diduga takut tertangkap, pecatan polisi yang bertugas di Rohil tersebut malah nekat memecahkan kaca jendela dan segera melompat dari lantai delapan. Tak pelak ia mendarat dengan posisi kaki terlebihdahulu di beton gedung. (had)