SELATPANJANG, GORIAU.COM - Camat Tebingtinggi Barat, Mulyadi, mengaku telah menyampaikan ke legislatif terkait permasalahan di jalan Perumbi Desa Alai, ketika air laut pasang. Dimana jalan itu akan terendam air asin dan tak bisa dilalui.
"Kemarin kita sampaikan juga ke Azni Safri terkait seringnya jalan perumbi itu terendam air pasang, di bulan-bulan tertentu," kata Camat Tebingtinggi itu kepada GoRiau.com, Minggu (30/11/2014).
Disampaikan Mulyadi pula, Ia merasa kasihan kepada warga yang hendak melintasi jalan tersebut. Air laut yang menggenang di jalan lebih kurang selutut itu sangat mengganggu warga, dan bisa merusakkan besi-besi motor (menjadi berkarat, red).
Di tempat terpisah, politisi PDI-P untuk DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Azni Safri, membenarkan bahwa permasalahan jalan itu pernah disampaikan camat ke dirinya. Ia juga mengatakan akan tetap memperjuangkan agar jalan itu bisa diperbaiki dan tidak lagi tergenang air ketika kondisi air laut meninggi.
"Kita usahakan untuk perbaikan jalan yang dimaksud," ungkap Azni.
Pantauan GoRiau di lokasi yang sering tergenang air, memang jalan tersebut sedikit agak rendah. Tepatnya di pangkal jembatan perumbi arah ke Desa Alai. Selain rendah, jalan-jalan itu sudah hancur dan berlubang akibat dari banyaknya kendaraan pengangkut pasir yang melintas di sana.
Sementara di saat air laut tinggi, seperti bulan Desember setiap tahunnya, air akan menggenangi jalan itu. Akibatnya warga harus membayar uang Rp10 ribu per sepeda motor jika hendak menggunakan ojek becak. Biaya ini terbilang mahal karena jarak tempuh hanya sekitar 150 meter.
(zal)