
PEKANBARU - Keluhan warga terkait jalan berlubang dan hancur di sejumlah kawasan padat penduduk Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mulai tertangani. Kerusakan parah yang dipicu oleh tingginya intensitas kendaraan angkutan bermuatan lebih tersebut kini tengah diperbaiki secara bertahap oleh alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau.
Melalui Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan (UPTJJ) Wilayah II, pemerintah daerah turun langsung melakukan pemeliharaan rutin demi mengembalikan konektivitas dan keselamatan para pengendara. Gerak cepat di lapangan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang mewajibkan seluruh unit kerja memastikan kelayakan operasional jalan provinsi.
"Kami terus berkomitmen melakukan fungsional di sejumlah ruas jalan provinsi di Rohil. Saat ini kondisinya telah fungsional setelah sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat dilewati kendaraan berat," terang Plt Kepala UPTJJ Wilayah II Dinas PUPR-PKPP Riau, Ludfi Hardi di Pekanbaru, Kamis (3/9/2026).
Pembenahan Titik Rawan Lalu Lintas
Hingga saat ini, tim lapangan telah merampungkan pengerjaan di tiga jalur utama yang menjadi urat nadi mobilitas warga. Ketiga ruas tersebut meliputi Jalan Bagansiapiapi–Sinaboi, Jalan Purnama di Dumai, serta Jalan Mahato–Simpang Menggala. Sementara itu, untuk Ruas Jalan Batu Teritip–Sinaboi masih dalam proses pengerjaan intensif.
Selain titik-titik tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau juga mencatat adanya kerusakan sepanjang kurang lebih 25 kilometer di sepanjang Ruas Jalan Dalu-Dalu–Mahato. Kondisi aspal di segmen ini bervariasi dari rusak ringan hingga berat, sehingga penanganan difokuskan pada perbaikan fungsional agar akses tidak terputus.
Ludfi merincikan, pemeliharaan rutin di jalur batas Rokan Hilir tersebut mencakup perbaikan mulai dari titik STA 54+600 di wilayah Kepenghuluan Siarang-Arang hingga menembus STA 65+900 di Kepenghuluan Menggala Sakti.
"Pelaksanaan jalur fungsional ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas serta memastikan kelancaran lalu lintas bagi masyarakat," paparnya.
Lewat perbaikan bertahap ini, lalu lintas harian masyarakat di kawasan permukiman kembali berjalan normal. Untuk menjaga daya tahan aspal, Pemprov Riau mengimbau masyarakat sekitar agar turut mengawasi penggunaan infrastruktur tersebut sehingga masa pakai jalan tidak cepat menurun akibat kendaraan kelebihan muatan. ***