PEKANBARU - Program pembangunan kawasan perkotaan Pekansikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan) yang digagas Walikota Pekanbaru Dr. H. Firdaus, MT bukan sekedar wacana. Saat ini pengerjaan pembangunan jalan diperbatasan sudah mulai dilaksanakan dengan konsep jalan lingkar luar.

Pengerjaan jalan lingkar luar tersebut adalah salah satu program strategis Pemko Pekanbaru dalam mewujudkan pengembangan kawasan Perkotaan Pekansikawan. Pembangunan jalan lingkar luar adalah kebutuhan Kota Pekanbaru secara khusus untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Kota Pekanbaru khususnya, menjadi pengembangan kawasan strageis bagi Provinsi Riau dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tentunya bertujuan meningkatkan perekonomian nasional.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/30042016/jalanlingk-4383.jpgProyek pembangunan jalan lingkar di kawasan Kecamatan Tenayan Raya.

''Kami tidak bermimpi. Seluruh kawasan di Kota Pekanbaru akan terbuka tidak ada lagi yang terisolasi, serta memberikan jangkauan transportasi yang cepat bagi masyarakat Kota pekanbaru maupun bagi masyarakat dikawasan perbatasan Pekanbaru. Mudah-mudahan tahun 2016 ini jalan lingkar luar sudah rampung dan bisa digunakan. Tinggal lagi peningkatan pembangunan di bidang lainnya seperti transportasi, pelayanan kesehatan, pendidikan dan sektor lainnya,” kata Walikota Pekanbaru Firdaus.

Total panjang jalan interland mengelilingi Kota Pekanbaru ini mencapai 52 kilometer. Hal ini sudah dibahas Walikota bersama dengan DPRD Kota Pekanbaru dalam program jangka panjang.

''Nyawa perekonomian masyarakat itu adalah infrastruktur jalan. Makanya kami berupaya untuk terus menuntaskan hubungkan satu jalur dengan jalur lainnya. Seperti pembangunan jalan lingkar luar kota Pekanbaru ini,'' terang Walikota Firdaus lagi.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/30042016/jalanlingk-4382.jpgWalikota bersama Camat Tenayan Raya meninjau progres proyek jalan lingkar.

Dijelaskan, untuk akses jalur tersebut direncanakan beberapa rute. Di antaranya jalan lintas timur Tenayan Raya masuk melalui Jalan Badak. Setelah itu jalur tersebut tembus kilometer 17 lintas timur dan masuk ke Jalan Pasir Putih melalui Kubang Raya menembus ke Jalan Garuda Sakti.

Dari sana jalan masih dibangun menuju ke Jalan Riau dan melewati jembatan Siak II langsung menuju jalan tol Pekanbaru-Dumai. Tidak hanya itu, untuk memperlancar akses lalu-lintas, Pemko juga berencana membangun jembatan Siak VI yang berada disamping jembatan Siak II saat ini.

Hingga kini realisasi pembangunan empat jalan lingkar luar di wilayah Pemerintah Kota Pekanbaru sudah sesuai dengan target tahun anggaran berjalan. Bahkan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air mencatat angkanya rata-rata mencapai target diatas 40 persen.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/30042016/jalanlingk-4381.jpgWalikota melihat areal kawasan pembangunan jalan lingkar luar.

''Jalan Okura lintas tol Pekanbaru-Dumai yang ditargetkan akan dibangun sepanjang 14,5 km kini sudah terealisasi lebih dari 40 persen,” ungkap Kepala Dinas Cipta Karya Bina Marga Kota Pekanbaru Zulkifli Harun.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/30042016/jalanlingk-4378.jpgJalan lingkar luar memudahkan arus trasportasi dan mengurai kemacetan.

Zulkifli menyebutkan, Pemerintah Kota Pekanbaru telah menetapkan proses pembangunan empat ruas jalan lingkar luar dalam kurun dua tahun yakni tahun anggaran 2015 dan 2016. Untuk tahap pertama tahun 2015, pengerjaannya dimulai dari proses konsolidasi tanah (KT) hingga pembukaan badan jalan dengan lebar yang ditentukan.

Diakuinya, untuk membangun dengan sistem KT ini bukan tidak ada kendala di lapangan, namun berkat kerjasama tim hingga kesadaran masyarakat khususnya pemilik lahan, semua sejauh ini berjalan lancar.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/30042016/jalanlingk-4380.jpgProyek jalan lingkar utara di Kecamatan Rumbai.

Karena dengan dibangunnya jalan lingkar luar pada empat titik ini maka daerah yang selama ini terisolasi bisa terbuka dan memiliki akses ke wilayah lain. Dengan demikian hasil pertanian bisa dipasarkan lebih dekat dan memiliki nilai jual.

Sementara bagi Pemko Pekanbaru, jelas Zulkifli lebih jauh, ini akan memberikan akses baru mengurai kemacetan dan menghindarkan truk bertonase berat memasuki kota, sehingga berdampak pada perawatan kapasitas jalan. “Kami optimis semua program pembangunan lingkar luar ini terealisasi sesuai target,” tuturnya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/30042016/jalanlingk-4379.jpgJalan lingkar luar meretas keterisolasian daerah pinggiran.

Zulkifli merinci adapun empat titik lokasi pembangunan jalan lingkar luar berada pada pertama, Jalan Badak Lintas Timur yang panjangnya mencapai 3,6 km, lalu akses jalan Okura Lintas tol Pekanbaru-Dumai panjangnya 14,5 km, disisi lain ada Lintas Timur arah Kampar panjangnya 4,2 km dan terakhir bagian empat jalan Teluk Lembu ke Kawasan Industri Tenayan (KIT) termasuk ke lokasi perkantoran baru Pemko panjangnya 5,8 km. ***