
SIAK - Puluhan tahun terisolir akibat jalan tanah yang berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan, warga di beberapa desa pelosok Kabupaten Siak kini bisa bernapas lega. Memasuki usia satu tahun kepemimpinannya, Kamis (4/6/2026), pasangan Afni-Syamsurizal merealisasikan pembangunan aspal sepanjang 4,3 kilometer yang membelah wilayah-wilayah pinggiran.
Pembangunan infrastruktur fisik ini tetap melaju kencang meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Siak sedang berdarah-darah akibat menanggung cicilan utang masa lalu sebesar Rp231,7 miliar.
Strategi pintarnya, pemerintah daerah aktif menjemput bola dan melobi pemerintah pusat untuk membiayai proyek-proyek vital yang tidak mampu di-cover oleh kas daerah.
Keberhasilan melobi kementerian ini dibuktikan dengan turunnya dana Inpres Jalan Daerah (IJD) dari APBN. Dana segar senilai lebih dari Rp15 miliar tersebut langsung dieksekusi untuk menyulap jalan hancur di jalur Pinang Sebatang Barat-Muara Kelantan sepanjang 1,195 kilometer menjadi jalan rigit beton yang mulus dan kokoh.
Tidak hanya mengandalkan pusat, APBD Siak tetap dikerahkan untuk menyisir jalan penghubung antar desa. Sejumlah titik aspal baru yang telah dinikmati warga mencakup Peningkatan Jalan Sawit Permai-Teluk Merbau (1,647 Km), Peningkatan Jalan Siak-Tumang (1,712 Km), dan akses Jalan Poros Dusun Lubuk Miyam (1 Km aspal dan 2,218 Km base).
Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar merinci lebih lanjut berbagai capaian fisik dan pelayanan publik yang berhasil dikebut selama satu tahun terakhir:
"Bupati dan Wakil meminta seluruh jajaran Pemkab Siak tetap bekerja sungguh-sungguh melayani rakyat Siak," pungkas Mahadar memastikan komitmen pelayanan publik tidak akan terganggu masalah fiskal.***