TEMBILAHAN- Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setdakab Inhil, Riau tengah menyusun perencanaan untuk menjadikan Musabaqah Maulid Habsyi (MMH) sebagai program unggulan di bidang keagamaan selain Magrib Mengaji dan MTQ.

Hal itu, seperti yang disampaikan Kabag Kesra Setdakab Inhil, HM Arifin kepada GoRiau.com, Minggu (28/8/2016).

''Setelah kita melaksanakan acara MMH di Gedung Engku Kelana baru-baru ini, terlihat tingginya antusias masyarakat yang datang untuk menyaksikan acara tersebut,'' ujar Arifin.

Tingginya antusias masyarakat yang menyaksikan acara itu, dikatakannya disamping pesertanya dari majelis yang ada di Inhil, dihadiri juga oleh Alim Ulama serta Tokoh Masyarakat.

''Kita semua tentu senang, bangga dan terharu sebagaimana yang kita lihat dan saksikan sungguh positif dan tingginya perhatian semua pihak terhadap kegiatan ini. Bayangkan acara pembukaan dan penutupan dihadiri langsung oleh Bupati Inhil dan para pejabat Pemkab,'' tambahnya.

Kemudian Tokoh Masyarakat, Alim Ulama, seperti KH Muis Kurnain, KH Rusli Kurnain dan ulama-ulama lainnya, dikatakannya tidak pernah absen mengikuti kegiatan itu.

Pada saat penutupan, Selasa (23/8/2016) lalu, Bupati Inhil, dikatakan Arifin sangat mengapresiasi kegiatan itu dan meminta kepada semua pihak terkait (Sekdakab, Bappeda, Kesbagpol, Kemenag, Kesra, Camat) agar lebih serius lagi melakukan pembinaan, membuat program, membenahi lembaga serta menganggarkan dana melalui APBD.

''Pak Bupati meminta, pelaksanaannya ditingkatkan lagi mulai dari tingkat desa, sehingga kedepan MMH bisa di ikuti oleh semua kecamatan,'' lanjutnya.

Oleh karena itulah, Bagian Kesra Inhil, dikatakan Arifin akan segera menyusun perencanan dan berkoordinasi dengan seluruh SKPD terkait, terutama masalah pengaggaran.

''Ini harus benar-benar terukur dan terencana demikian juga masalah pembinaan,'' sebutnya.

Meski acara dilaksanakan sangat sederhana, dikatakan Arifin dirinya senang, bangga dan terharu setelah menyaksikan langsung MMH tahun ini, dimana anak-anak dan remaja cukup mendominasi menjadi peserta lomba.

''Anak-anak dan remaja harus kita giring untuk mengikuti kegiatan seni keagamaan seperti ini. Karena ini juga dapat dipastikan menjadi filter untuk mencegah mereka dari apa yang menjadi kekhawatiran kita saat ini, seperti kenakalan remaja, bahaya narkotika sex bebas dan lainnya. Oleh karena itu kami sangat berharap dukungan semua pihak, Kiranya rencana dan niat baik ini didukung semua pihak,'' tukas HM Arifin.(*/ayu)