BAGANSIAPIAPI, GORIAU.COM - Akhir-akhir ini, masyarakat Rokan Hilir, Riau khususnya Bagansiapiapi sangat resah dengan beredarnya isu kerang yang diperdagangkan di daerah Rohil, yang berasal dari Panipahan. Pasalnya, kerang yang merupakan hasil peternakan itu diisukan memakan kotoran babi.


Kegelisahan warga itu cukup beralasan karena warga Rokan Hilir termasuk penikmat makanan laut termasuk kerang. ''Kami resah sekali pak, isu menyebar dengan cepat, namun tidak ada penjelasan resmi baik dari pedagang, peternak maupun pemerintah. Kami sekeluarga juga termasuk penyuka kerang. Jadi tak enak kalau ingat isu pas makan kerang,'' ujar Yanti (25), warga Jalan Simpangtiga, Kepenghuuan Bagan Jawa, Bagansiapiapi, Rokan Hilir, Riau, Rabu (24/12/2014).


Dikatakannya, sebagai seorang muslim, tentu makanan yang berasal dari babi tidak diperbolehkan. ''Kami tak tahu hukumnya untuk kotoran babi yang dimakan kerang, yang jelas kami jadi takut, dan untuk sementara terpaksa menahan diri kalau lihat kerang,'' ujarnya.


Dikatakannya, umumnya warga Bagansiapiapi termasuk penyuka makanan laut khusus kerang. Bahkan warga juga sangat paham cara hidup dan berkembangbiaknya kerang tersebut. ''Kerang ini kan menyedot apa saja yang ada disekitarnya. Kalau disekitarnya bagus, akan dimakannya, kalau limbah juga akan disedotnya, apalagi limbah kotoran babi,'' tambahnya.


Jawaban Pemerintah


Sementara itu Dinas Perikanan dan Kelautan Rokan Hilir yang juga sudah mendengar isu tersebut mengatakan sudah melakukan peninjauan lokasi untuk peternakan kerang di Panipahan. Hasilnya, peternakan itu bersih dari limbah babi dan sangat bersih.


''Kita bersama Puslitbang sudah turun ke Panipahan mengambil sampel kerang untuk diteliti. Hasilnya kerang-kerang tersebut normal, tidak tercemar, dan tidak juga terdapat hasil kotoran babi,'' ujar Plt Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rokan Hilir, M Amin SP menjawab GoRiau.com, Rabu (23/12/2014).


Karena itu, Dinas Perikanan dan Kelautan Rokan Hilir menghimbau masyarakat Rohil khususnya Bagansiapiapi agar tidak terpancing dengan isu yang menyesatkan itu. ''Lokasi peternakan itu tidak ada rumah penduduk apalagi peternakan babi. Sampelnya sudah kita teliti dan dinyatakan aman,'' tutupnya. (amr)