BENGKALIS, GORIAU.COM - Pemerintahan Herliyan Saleh-Suayatno di Bengkalis mulai diuji. Kepercayaan masyarakat yang sebelumnya kuat kini mulai rapuh. Bahkan di bulan September ini, isu bakal adanya demo besar-besaran di Bengkalis semakin santer.

Pantauan GoRiau.com di Bengkalis menyebutkan, beberapa tokoh pergerakan Bengkalis kini sedang menghimpun kekuatan masyarakat lewat penggalangan dukungan. Mereka datang ke tengah masyarakat untuk mendapatkan dukungan dalam pengerahan massa sebagai sarana penyampaian aspirasi sekaligus koreksi terhadap kepemimpinan Herliyan Saleh-Suayatno di Bengkalis.

Beberapa koreksi yang ingin mereka sampaikan adalah tidak berjalannya program pembangunan, penyerapan APBD yang minim serta persoalan infrastruktur seperti jalan poros di desa-desa yang tidak diperbaiki, pendidikan, rendahnya kepedulian terhadpa masyarakat dan lain-lain.

Saat ini, hampir disetiap sudut desa serta pusat kecamatan, masyarakat selalu membicarakan soal rencana aksi yang disebut-sebut akan melumpuhkan roda pemerintahan tersebut. Isu tersebut tidak hanya di Kota Begkalis tetapi juga sampai ke Kecamatan Bantan hingga Mandau.

Akramudin Nuryaman, warga Bengkalis yang ditemui membenarkan bahwa saat ini di sejumlah titik sedang berlangsung penggalangan massa oleh para koordinator pergerakan. Penggalangan dilakukan di kecamatan Bantan, Bengkalis, Bukit Batu, Rupat dan Mandau.

''Kita sendiri sepenuhnya mendukung aksi massa tersebut. Ini sebagai sarana penyampaian aspirasi sekaligus koreksi atas kepemimpinan di Bengkalis sekarang ini. Banyak program pembangunan tidak berjalan,'' ujar Bendahara Umum DPC Gerindra Kabupaten Bengkalis ini, Minggu (2/9/2012).

Kebenaran akan adanya demo massa bulan September ini, juga dibenarkan oleh Syafril Naldi, salah seorang pegiat anti korupsi di Bengkalis. Menurutnya isu tersebut sudah sangat santer di tengah masyarakat. Hanya saja, Syafril tidak mengetahui secara persis substansi dari tuntutan yang akan disampaikan masyarakat. (jfk)