
KEISENGANNYA – ingin merasakan haus dan lapar (berpuasa) selama bulan Ramadhan dan melaksanan shalat Idul Fitri menjadi jalan hidayah bagi Ayesha Siddiqa hingga akhirnya memutuskan menjadi Muslimah.
Dikutip dari cekricek.id, Ayesha Siddiqa (nama yang dipilihnya setelah mualaf), dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga nom-Muslim di India. Setelah dewasa, yakni pada tahun 2013, wanita berparas cantik ini pindah dari India ke Uni Emirat Arab (UEA). Perjalanan spritualnya mendapatkan hidayah bermula dari kepindahannya ke UEA tersebut.
Di UEA, Ayesha memiliki banyak teman beragama Islam. Saat tiba bulan Ramadhan, dia melihat teman-temannya yang Muslim melaksanakan sahur, berpuasa sepanjang hari, mengerjakan shalat, dan ditutup dengan berbuka puasa bersama di waktu senja. Melihat hal tersebut, muncul keinginan Ayesha untuk mencoba berpuasa.
''Saya orang yang senang mencoba sehingga saya memutuskan untuk ikut berpuasa bersama mereka,'' ucap Ayesha Siddiqa, seperti dilansir dari khaleejtimes.com.
Sejak merasakan nikmatnya berpuasa di bulan Ramadhan, kecintaan Ayesha terhadap agama Islam pun tumbuh.
''Cinta untuk Islam berakar di hati saya selama bulan suci ini. Meskipun saya memulai berpuasa bukan sebagai pemeluk Islam,'' ucap Ayesha.
Setelah berpuasa di bulan Ramadhan, Ayesha juga ikut menunaikan shalat Idul Fitri (shalat Id) pada 1 Syawal bersama dengan teman-temannya.
Berhubung dirinya belum mengetahui bacaan shalat, kala itu ia hanya mengikuti gerakannya saja.
Ayesha menyebutkan bahwa perkenalannya dengan bulan Ramadhan merupakan titik balik dirinya untuk menjadi seorang Muslimah. Dua bulan setelah Ramadhan berlalu, ia memutuskan memeluk agama Islam.
Setelah menjadi Muslimah, Ayesha merasakan perubahan yang signifikan dalam dirinya, terutama dalam hal berpenampilan. Ia kini terbiasa mengenakan pakaian yang tertutup dan sopan.
Ayesha juga mengaku, dirinya kini telah menjadi orang yang jauh lebih disiplin.
''Saya belajar nilai berbagi, merawat orang lain, disiplin waktu selama bulan suci,'' ungkapnya.
Kini, yang menjadi prioritas pertama Ayesha adalah belajar lebih banyak lagi tentang Islam. Tak lupa, ia akan memperbanyak amalan-amalan yang baik di setiap bulan Ramadhan.
Baginya bulan Ramadhan menjadi bulan yang bisa membuat semua doa-doanya dikabulkan oleh Allah SWT.
''Percayalah, bulan suci Ramadhan adalah bulan di saat doa-doa Anda dijawab. Dahulu saya meminta Tuhan untuk menormalkan hubungan saya dengan keluarga di India. Di lain waktu, saya meminta kepada Allah untuk seorang Muslim yang taat dan Alhamdulillah, saya mendapatkannya,'' tutur Ayesha.
Ayesha telah menikah dengan pria asal Pakistan yang bernama Mohammed Umer.
Pada Ramadhan 2017 lalu, Ayesha bersama suaminya melakukan berbagai ibadah bersama, termasuk tarawih.
''Saya merasa sangat ringan setelah shalat, seolah-olah segala dosa diambil dari pundak saya,'" ucapnya.***