
PEKANBARU - Seratusan massa yang mengatasnamakan Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Bengkalis (IPMKB) melakukan aksi di pintu masuk ruang pimpinan DPRD Riau, menuntut kejelasan dan perbaikan kapal penyeberangan Roro menuju Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Kamis (3/11/2016).
Menurut mahasiswa, kapal Roro merupakan akses satu-satunya warga pulau terluar untuk terhubung ke ibukota kabupaten dan daratan Pulau Sumatera. Namun sejak mengalami kerusakan, saat ini yang beroperasi hanya tinggal 1 unit, sehingga kendaraan harus antri untuk menyeberang.
Baca Juga: Minta Solusi Kongkrit Soal Roro Rupat-Dumai, DPRD Bengkalis Datangi Dishub Riau
Baca Juga: Waduh... Harga Tiket Roro Rupat-Dumai Mencekik
Pernyataan sikap para mahasiswa IPMKB ini sempat disambut Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman bersama wakil rakyat dari daerah pemilihan Bengkalis, Dumai, Meranti, Eddy A. Moh Yatim. Baik Noviwaldy maupun Eddy Yatim menjelaskan, saat ini tengah berlangsung kegiatan rapat Badan Anggaran (Banggar). Karena itu agar lebih leluasa menyampaikan aspirasi, sebaiknya mahasiswa berada di luar gedung.
Saran kedua wakil rakyat ini ditolak, sehingga sempat terjadi ketegangan. Baik Eddy Yatim maupun Noviwaldy akhirnya meninggalkan mahasiswa yang tengah berorasi. Penat berorasi, akhirnya mahasiswa diterima di ruang Komisi A. ***