
PEKANBARU, GORIAU.COM - Anggota Polresta Pekanbaru, Briptu Joko Fabianto, yang diculik oleh oknum polisi dan TNI ternyata memang ingin dihabisi. Diduga itu kuat karena ternyata, korban dikabarkan mengetahui tentang jaringan narkoba yang melibatkan oknum polisi dan TNI tersebut.
Menurut ipar korban, Elmiati, dari hasil penglihatan, terlihat Joko dianiaya menggunakan samurai dan tombak. ''Tombaknya masih ada di Polresta,'' ujar Elmiati kepada riaukita.com sebagaimana dikutip www.goriau.com di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.
Menurut Elmiati, Joko mendapat tusukan tombak dan samurai pada bagian dada. ''Di bagian dada Joko sangat banyak bekas tusukan tombak dan samurai,'' ujarnya.
Saat ini Joko dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru. ia diculik oleh 3 oknum polisi dan 4 orang oknum TNI dan seorang warga sipil. (rkc)