BENGKALIS, GORIAU.COM - Kapten Kapal Motor Penumpang (KMP) Tasik Gemilang, M Ilyas membantah kalau anggotanya bertindak arogan. Apa yang dilakukan Mualim I, Darwin terhadap korban Hasyim (32), Kamis (22/11) lalu, bentuk pembelaan kepada anak buah kapal (ABK) yang menjalankan tugas karena diperlakukan tidak sopan oleh pengemudi supir truk tersebut.

''Apa yang dikemukakan Hasyim tidak benar, karena persoalan awalnya adalah dengan supir yang membawa muatan baja ringan yang tertumpah dan tidak cekcok kemudian langsung selesai waktu itu. Akan tetapi karena merasa membela sesama supir, Hasyim turun langsung dari truk kemudian mendekati seorang ABK Andika dan langsung menolak disertai mengeluarkan kata-kata makian,” ungkap Ilyas kepada wartawan, Senin (25/11).

Ditambahkan Ilyas, tak terima, Andika melawan dan hampir sempat terjadi adu fisik. Melihat kejadian tersebut, mualim satu Darwin langsung memukul Hasyim dengan HT dan gerakan tersebut reflek dilakukan karena melihat ABK-nya dimaki oleh Hasyim. Setelah kejadian pemukulan Darwin menyuruh anggotanya membawa korban ke rumah sakit.

Ditambahkan Ilyas, pihaknya juga membantah telah bertindak arogan. Pihaknya semaksimal mungkin melayani penumpang. ''Selain itu kami minta dihargai dan saling mengerti posisi kami sebagai pelayan masyarakat,'' imbuhnya.

Sebelumnya Hasyim (23), warga Desa Pangkalan Batang, Kecamatan Bengkalis harus menerima beberapa jahitan di bagian kepala setelah menerima pukulan dari kru Tasik Gemilang, Darwin.

Informasi yang berhasil dirangkum, luka yang dialami Hasyim berawal dari ketika dirinya menyebwrang dari Sungai Pakning tujuan Bengkalis. Ketika hendak keluar dari kapal, terjadi antrean panjang dikarenakan adanya muatan mobil colt diesel yang terjatuh di depan.

Karena merasa sesama seprofesi, Hasyim turun dengan niat membantu rekannya menaikan muatan baja ringan yang tercecer ke dalam mobil. Karena ingin menolong itu tiba-tiba ia dihadang oleh ABK, dibentak-bentak dan mendapat perlakukan kasar hingga dipukuli.

''Saya dibentak-bentak bang. Saya juga dibilang seperti binatang oleh Darwin. Padahal saya hanya menolong supir yang lagi dalam kesusahan,'' tutur Hasyim ketika ditemui di kediamannya, Jumat (22/11).

''Kemudian saya diserang oleh ABK. Tiba-tiba Darwin langsung memukul kepala saya menggunakan HT yang ada di genggamannya, kepala saya bocor,'' ceritanya.

Terpisah Kapolsek Bengkalis Iptu Meby Trisono mengatakan, kasus pemukulan tersebut sudah selesai dengan cara kekeluargaan oleh kedua belah pihak.

''Sudah berdamai, tersangka pemukulan yang sempat ditahan juga sudah dibebaskan sejak kemarin,'' ujarnya.jfk