
PEKANBARU, GORIAU.COM - Nasib malang dialami Zaipul Putra. Remaja laki-laki 18 tahun yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Atas (SMA) warga Dusun Suka Maju, Desa Ganting Damai, Kecamatan Kuok ini nekat mengakhiri hidupnya di tali gantungan.
Aparat Kepolisian Daerah Riau melalui jajaran di Polres Kampar masih menyelidiki kasus bunuh diri tersebut. "Saya sudah mendapat informasi itu. Kasusnya masih diselidiki. Informasi jelasnya di Polres," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Guntur Aryo Tejo kepada wartawan di Pekabaru, Senin siang (18/11/2013).
Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono dihubungi dari Pekanbaru juga membenarnya adanya peristiwa tersebut. "Kasusnya sudah ditangani anggota di Polsek Kuok," kata Kapolres lewat pesan elektronik.
Kepala Polisi Sektor Kuok, Kabupaten Kampar, Inspektur Satu (Iptu) Zuhri Siregar mengatakan, pihaknya telah mengintrogasi sejumlah saksi termasuk dari pihak keluarga korban.
Menurut informasi awal, demikian Zuhri, korban nekat mengakhiri hidupnya karena orang tua tidak lagi mampu membayar hutang biaya sekolah dan buku di sekolah. "Korban merupakan warga Dusun Suka Maju, Desa Ganting Damai, Kecamatan Kuok. Menurut saksi-saksi, kejadiannya ketahuan tadi pagi sekitar jam 06.30 WIB," katanya.
Korban menurut dia, pertamakali ditemukan oleh ibunya dalam kondisi tergantung di dekat pintu dapur. "Tali gantungan mengikat leher korban hingga menghambat pernafasan dan akhirnya korban meninggal dunia," kata dia.
Kapolsek mengatakan, anggota juga telah melakukan olah tempat kejadian serta menyita sejumlah barang bukti berupa tali yang digunakan korban untuk bunuh diri dan lainnya. "Kasusnya masih dalam penyelidikan. Sementara ini, saksi-saksi termasuk ibu korban telah dimintai keterangannya. Bisa jadi pihak sekolah juga akan dimintai keterangan terkait indikasi korban mengakhiri hidupnya itu," kata dia.(fzr/ant)