PEKANBARU, GORIAU.COM - Pengprov Persatuan Angkat Berat/Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Riau tengah mengalami krisis atlet berprestasi masa depan. Terutama pada cabang binaraga.

Meski memiliki binaragawan, Asrelawandi yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya hingga tingkat dunia, namun hal tersebut tidak akan berlangsung lama lagi. Faktor usia memastikan tempat Asrelawandi di dunia binaraga mulai mengerucut.

Untuk itu, Pengprov PABBSI Riau mengupayakan atlet yang ada saat ini untuk dibina dan dikembangkan sebaik mungkin. Fokus utama pada I Gede Darma Susila. Binaragawan Riau kelas +85 kg tersebut merupakan atlet yang direkrut Riau jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII lalu.

Sekaligus pada iven empat tahunan tersebut merupakan debut pertama Darma Susila pada iven resmi tingkat nasional. Dirinya berhasil menyumbangkan medali perak bagi Kontingen Riau, sementara medali emas di kelasnya diraih Leonidas asal Jawa Timur yang belum terkalahkan.

Ketua Umum Pengprov PABBSI Riau, Sanusi Anwar, mengatakan Asrelawandi sudah tidak muda lagi, jadi harapan besar akan disandarkan pada Darma Susila. "Unyil (Asrelawandi, red) sudah tua, dan kejayaannya tidak akan berlangsung lama, namun kita berharap Darma Susila bisa menjadi tumpuan masa depan," ujar Sanusi.

Saat ini Darma masih menjadi yang kedua di tanah air, karena juara bertahan di kelasnya masih dipegang Leonidas. Namun Leonidas sendiri akan mengalami nasib yang sama dengan Asrelawandi yang juga telah termakan usia.(tri)