PEKANBARU, GORIAU.COM - Saat membuka Seminar Nasional Sinergitas Polisional dalam Upaya Pencegahan Paham Radikalisme untuk Menangkal dan Menanggulangi Bahaya Ideologi Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) di Provinsi Riau, Selasa (26/8/2014), Wakil Gubernur Riau (Wagubri), H Arsyadjuliandi Rachman memberikan sedikit tips untuk menolak paham terlarang itu.

Beberapa diantaranya Wagubri mengajak masyarakat Riau untuk terus membangun komunikasi secara aktif mulai dari unit terkecil seperti keluarga, lingkungan kerja hingga masyarakat sekitar.

Pemerintah mulai dari pusat hingga pedesaan bersama pihak terkait harus memberdayakan kaum muda untuk kegiatan-kegiatan positif yang produktif dan membangun.

Kelabilan kaum muda sangat rentan terhadap budaya buruk masuk untuk dianutnya. "Berdayakan kaum muda dengan kegiatan-kegiatan yang produktif dan membangun," tandas Wagubri.

Kemudian pengawasan masyarakat juga harus melibatkan dan mendayagunakan setiap organisasi sosial. Karena mereka dibentuk sebagai wadah kemasyarakatan dan berkewajiban mengontrol kesalahan yang dibuat masyarakat.

"Kemudian langkah preventif yang harus dilakukan adalah dengan memetakan masyarakat yang berpeluang terkena imbas paham radikalisme dan ISIS secara cepat," ujar Wagubri.

Meski masyarakat Riau belum terkena imbas masuknya paham ISIS dan radikalisme, namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus berusaha melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat.

Karena ISIS dianggap perusak kekeluargaan dan kebangsaan, bahkan dianggap bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Jika paham ISIS masuk ke Indonesia, tentu saja dikarenakan ramahnya negara ini menerima seluruh agama dan budaya.***