DURI - Kasus  kekerasan terhadap anak juga perlu menjadi perhatian serius dari masyarakat maupun instansi pemerintah. Apalagi, kasus kekerasan pada anak dari tahun ke tahun menunjukan peningkatan yang siginfikan. Di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, jumlah kasusnya mencapai 30 persen.

"Kekerasan terhadap anak atau remaja sering dilakukan oleh orang terdekat yaitu keluarga, orangtua dan juga tetangga. Hal ini berdampak terhadap piskologi anak, yang akan trauma dan takut dengan orang lain," kata Kapolsek Mandau, Kompol Taufiq Hidayat SH SIK kepada Jurnalis SMPN 17 Mandau seperti yang dikutip GoRiau.com.

Menurutnya, meski Undang-undang telah menetapkan hak perlindungan anak ini, namun melaku tidak pernah jera untuk tetap melakukan kekerasan fisik kepada anak. Hal ini tentu terjadi akibat beberapa faktor, misalnya faktor ekonomi hingga masalah sosial.

"Sehingga penting masyarakat dilingkungan RT dan RW untuk terus mengkampanyekan UU perlindungan anak ini. Selain itu libatkan juga masyarakat di lingkungan RT dan RW untuk turut serta mendidik dan melindungi anak mereka," ujar Kapolsek lagi.

Dengan adanya kontrol dari masyarakat dilingkungan setempat, lanjut Kompol Taufiq, kasus kekerasan anak ini bisa diminimalisir terjadi. Selain itu juga masyarakat di lingkungan RT atau RW membentuk lembaga khusus satuan petugas (Satgas), yang memberikan penanganan khusus tentang perlindungan anak.

"Jika ada yang mendengar atau melihat tetangga memukuli anaknya, segeralah melapor ke RT atau RW. Kalau ada Satgas khusus kan enak. Masa iya, urusan banjir ada satgasnya, urusan DBD juga ada satgasnya, kok kenapa untuk anak tidak ada?" sambung Kapolsek yang anti kekerasan terhadap anak ini.

Kompol Taufiq menambahkan, meningkatnya angka kekerasan pada anak, juga karena adanya peningkatkan kesedaran untuk berani melaporkan tindakan kekerasan. Baik laporan kepada lembaga-lembaga perlindungan anak maupun kepolisian.

"Sekarang ini kan menunjukan peningkatan, itu dikarenakan masyarakat sudah berani melapor. Orang-orang yang sudah melakukan kekerasan terhadap anak harus dibikin jera," tutupnya. ***