SELATPANJANG, GORIAU.COM - Jarak bangunan pagar yang terlalu dekat dengan garis lapangan di Stadion Purnama di Desa Mekong Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, memang telah memakan korban. Pihak pelaksana pembangunan hanya bisa meminta pemain lebih hati-hati dan beradaptasi dengan kondisi lapangan yang baru saja dipagari itu.

Demikian disampaikan A Rahman selaku pelaksana pembangunan pagar di Stadion Purnama Desa Mekong, ketika ditemui GoRiau, Senin (16/12/2013) malam di Desa Mekong.

"Main itu harus waspada diri, jangan diikutkan seperti yang dulu, sewaktu lapangan kita belum dipagari," ungkap A Rahman menjawab GoRiau.com.

Rahman juga mengatakan, setiap main yang menggunakan lapangan yang baru saja dipagari batu dan besi itu harusnya sebagai uji coba. Pemain diminta harus lebih waspada diri dan lebih bisa beradaptasi dengan keadaan lapangan yang baru.

Rahman juga mencontohkan dalam pembangunan sebuah rumah. Menurutnya meski rumah tersebut kita sudah hapal seluk beluknya, namun ketika kita membuat teras, pasti sekali-kali kepala akan terbentur ke teras yang baru saja dibangun itu.

"Karena ada teras kita akan terlanggar, kita harus menyesuaikan diri. Lapangan sudah kita kecilkan juga, jarak garis sebenarnya sudah jauh dari pagar, tinggal bagaimana pemain menyesuaikan diri," ungkapnya lagi.

Dapat diketahui, Senin sore itu sewaktu Ps Rangsang Pesisir melawan tuan rumah Ps Tebing Tinggi Barat dalam Bupati Cup 2 di Stadion Purnama Desa Mekong, salah seorang pemain tuan rumah, Rizki nomor punggung 19 terpaksa harus dilarikan ke Puskesmas terdekat setelah mengalami luka di kepala bagian belakang akibat benturan dengan batu pagar stadion. Atas kejadian ini, dikabarkan Rizki mendapat 10 jahitan, 3 jahitan bagian dalam dan 7 jahitan di luar.(zal)