SELATPANJANG, GORIAU.COM - Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kepulauan Meranti telah merencanakan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan di Kota Sagu. Rekayasa lalin itu sebelumnya juga dibahas ketika hearing bersama Komisi B DPRD Meranti.


Kabid Darat Dishub Meranti, Ismail, ketika dihubungi GoRiau, Rabu (17/6/2015) mengatakan rencananya pemberlakuan rekayasa lalu lintas itu pada H - 10 Syawal. Titik-titik kemacetan di Kota Sagu menjadi sasaran rekayasa ini.
Dijelaskan Ismail, beberapa titik atau sumber kemacetan itu antara lain pasar juling. Mereka akan memasangkan perboden untuk becak dan gerobak umum. "Kecuali becak atau gerobak toko-toko barang. Kita larang masuk bagi becak atau gerobak umum. Akses itu akan kita batasi masuknya pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.30 WIB," ujar Ismail.
Kemudian, Simpang Ahmad Yani menuju Rumah Makan Asia Baru atau simpang Merdeka-Imambonjol akan diberlakukan jalan satu arah. Mereka boleh ke arah Merdeka, namun tidak untuk ke Tebingtinggi," ujarnya lagi.
Selain itu, simpang Pasar Sandang Pangan juga dinilai salah satu titik kecametan di Selatpanjang. Sehingga, nanatinya untuk becak dan gerobak tidak dibenarkan masuk ke lokasi sandang pangan. Dishub hanya mengizinkan sepeda motor untuk menuju ke arah Sandangpangan.
Titik kemacetan lain ada di Pasar Baru. Rencananya becak, gerobak, dan kendaraan roda empat boleh melintasi pasar ini (arah ke pelabuhan). Untuk keluar becak, gerobak, dan kendaraan roda empat harus melalui Jalan Nelayan (arah ke Gelora).
"Kalau sepeda motor boleh. Kalau becak, gerobak, dan kendaraan roda empat harus melalui Jalan Nelayan ke arah Gelora," kata Ismail lagi.
"Itu rencana awal, kita akan pantau terus perkembangannya. Nantinya kita akan koordinasikan ke forum LLAJ. Kita ingin mengatasan bagaimana kemacetan itu bisa diminimalisir," tambahnya pula.(zal)