
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Rupanya keluarga sudah terasa tanda-tanda Khaidir (54) warga Jalan Banto Darat Kecamatan Rangsang Barat itu akan hilang, yang diduga tenggelam di perairan antara Desa Banto dengan Selatpanjang, Selasa (21/1/2014) siang kemarin. Tanda-tanda itu ditunjukkan mulai dari prilaku ayahnya (Khaidir, red), hingga berkali-kali anaknya terbawa di dalam mimpi.
Demikian disampaikan Agustina (29) yang merupakan anak kandung Khaidir, ketika ditemui di rumahnya di Desa Banto, Rabu (22/1/2014) siang.
"Seminggu yang lalu saya bermimpi di rumah ada pesta yang sangat meriah," kata Agustina kepada wartawan.
Ditambahkan lagi, usai mimpi tersebut, tiga hari berikutnya mimpi yang sama kembali menghantui tidur Agustina.
"Waktu itu tidak ada feeling, tapi mimpi itu datang berkali-kali seolah lagi ada pesta d rumah. Waktu kejadian saya di Tanjung Balai," kata Agustina lagi.
Kejanggalan lain juga disampaikan Camat Rangsang Barat, Joko Suriyanto. Menurut Joko, berdasarkan yang diungkapkan teman Khaidir, biasanya Khaidir senang bermain domino. Namun sejak beberapa hari belakangan Khaidir tidak banyak ngomong, dan tidak ingin main domino. Khaidir datang tapi hanya diam, kemudian pergi lagi.
"Itu terjadi beberapa hari belakang," kata Joko.
Namun disampaikan Joko lagi, prilaku itu langsung berbalik 180 darjat. Kalau kemarin Khaidir hanya diam, tetapi belum lama ini Khaidir malah yang langsung mengajak main domino dan mentraktir semua teman-temannya minum kopi.
"Kemarin dia langsung mengajak main domino, dan mencia (mentraktir, red) teman-temannya minum kopi," kata Joko pula.
Sementara itu, menurut Rohaya pula, waktu membangkit pengerih (penangkap ikan, red) Khaidir sempat mengajak anak laki-lakinya yang bernama Al-Walit, namun Ia berpesan kalau ikannya sedikit, Al-Walit tidak dibenarkan ikut sampai ke Selatpanjang untuk dijual.
"Ketika saya lihat Al-Walit pulang, saya bertanya kenapa dia tidak ikut ke Selatpanjang. Kata anak saya dia dilarang ayahnya," kata Rohaya pula.
Dengan mata yang berkaca-kaca, perempuan paruh baya itu kembali mengenang janji suaminya yang mengatakan akan membeli ayam, dan telor. Kemudian pukul 12.00 Wib, ada yang melihat seolah-olah Khaidir ke kedai menggunakan sepeda.
"Sekitar pukul 12.00 Wib itu pula, kawannya bertanya mengapa Khaidir tak pulang-pulang. Mendengar pertanyaan itu mulai risau kemudian kami menghubungi Minah di Selatpanjang, kata Minah sekitar pukul 10.00 - 11.00 Wib Khaidir terlihat ada di Selatpanjang," kata Rohaya pula.
Namun yang ditunggu tak kunjung tiba, hingga sampai saat nya ada orang yang menemukan sampan dan dayung. Keluarga semakin curiga bahwa Khaidir telah jatuh dan tenggelam ke laut. Kemudian mereka minta bantuan orang-orang untuk membantu.
Saat ini, beberapa tim mulai dikerahkan untuk mencari Khaidir di perairan Selat Air Hitam. Basarnas, Dishub Meranti, Polair, dan beberapa dinas juga terlibat dalam pencarian ini.
Kepergian Khaidir meninggalkan 4 orang anak yaitu, Agustina, Al-Walit, Mimiana, dan Azura, dan dua orang cucu.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Selasa (21/1/2014) sekitar Jam 10.00 Wib Khaidir Bin Arifin yang merupakan Nelayan warga Jalan Bantar Darat RT09 RW06 Kecamatan Rangsang Barat, menuju ke Selatpanjang dari Bantar dengan perahunya. Adapun maksud Khaidir mau menjual hasil jaring yaitu ikan sampai sore belum juga pulang ke rumahnya. Informasi yg diterima dari Masyarakat Desa Sialang Pasung, bahwa sampan yg digunakan terdampar di Desa Sialang Pasung.(zal)