
PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Adalah Dewi (36) dan Mardianto (35), dua orang tersebut merupakan korban pencurian yang terjadi di Pangkalan Kerinci. Dimulai korban Dewi, ia menuturkan dan menjelaskan kronologis kejadian yang dialami oleh dirinya pada tanggal 16 Maret lalu itu.
"Malam itu, jam 02.30 WIB saya terbangun karena anak menangis kemudian tertidur lagi dan bangun jam 05.00 WIB. Kemudian saya ke kamar anak saya dan kemudian kembali ke kamar, ternyata kamar saya sudah dalam kondisi berserakan. Uang arisan Rp 15 juta dan perhiasan gelang seberat 22 gram lesap," ungkap Dewi, menuturkan peristiwa yang dialaminya, saat konferensi pers.
Lanjut Dewi, kemudian ia langsung menelpon suami yang kala itu sedang tidak berada di rumah. Dari pembicaraan dengan suaminya, ia disuruh untuk melapor ke Polsek Pangkalan Kerinci atas kejadian ini.
Tujuan dirinya melapor itu selain hendak melaporkan ada peritiwa kemalingan di rumahnya, juga ingin menyampaikan bahwa di Jalan Sakura telah terjadi tindakan kriminalitas.
"Setelah beberapa, saya dapat kabar dari kawan, katanya di Polsek Pangkalan Kerinci sudah ditangkap tiga orang anak yang kedapatan mencuri. Katanya, ketiga anak itu sebelumnya pernah mencuri di sebuah rumah di Jalan Sakura," tuturnya.
Dewi mengaku tidak berpikiran apa-apa pada saat datang ke Polsek dan menemui para pencuri yang ternyata masih anak-anak.
"Setelah diusut, ternyata memang benar ketiga anak yang tertangkap mencuri di Jalan Pendidikan itu juga mencuri di rumah saya," terangnya.
Apalagi, lanjutnya, saat ketiga anak itu bersama aparat kepolisian kemudian dibawa ke rumahnya, ketiga anak itu dengan lugas dan lancar menceritakan proses saat mereka mencuri di rumah Jalan Sakura. Bahkan ketiga anak tersebut hebatnya mengetahui secara persis, jika suami korban sedang tidak berada di rumah.
"Mereka masih anak-anak, tapi lihai saat menceritakan kembali proses pencurian di rumah saya. Bakan cara mencongkel pintu dan jendela hingga bisa mengambil perhiasan dan uang yang saya simpan di lemari," beber Dewi.
Korban Mardianto (35), yang berprofesi sebagai Satpam Sekolah SDN 006 Pangkalan Kerinci, beda lagi penuturannya. Kejadiannya terjadi pada 17 Maret, berselang sehari setelah melakukan pencurian di rumah Dewi di Jalan Sakura.
Ketiga pelaku yang berinisial RZ, SZ dan MK ini kembali beraksi dengan melakukan pencurian di warung milik Mardianto.
"Jam 01.00 WIB, saya pulang dari sekolah bermaksud mengambil tali. Tapi ketika pulang, warung saya sudah berantakan kondisinya," ungkapnya.
Terkejutnya lagi, kata Mardianto, di warung miliknya ada ketiga anak tersebut. Barang dagangan sudah dikumpulkan di kantong plastik dan siap dibawa seperi Mie, Telor dan bahan-bahan makanan lainnya.
Dari situ, akhirnya bersama warga dirinya lansgung menyerahkan ketiga anak itu ke Kantor Polsek Pangkalan Kerinci. Dan dari pengakuan ketiga anak itu, ternyata para pelaku sudah beberapa kali melakukan pencurian di warungnya.
Dan itu yang membuat Mardianto geram karena tak pernah berhasil menangkap para pelaku sampai akhirnya para pelaku tertangkap dinihari pada 18 Maret.
Dewi sendiri mengaku atas peristiwa ini dirinya dirugikan sebesar Rp 22 juta, yang terdiri dari gelang perhiasan sebesar 22 gram dan uang sebanyak Rp 15 juta. Sedangkan Mardianto atas kejadian pencurian anak-anak yang berada di bawah umur ini, maka mengaku mengalami kerugian kisaran Rp 2 sampai 3 juta.
Baik Dewi, maupun Mardianto sangat menyayangkan perilaku dari ketiga anak-anak yang dua diantaranya masih duduk dibangku sekolah.(***)