
PEKANBARU - Tiga nama calon Sekertaris Dewan (Sekwan) DPRD Riau yang direkomendasikan oleh Pemerintah Provinsi Riau memang cukup mengejutkan. Hal ini juga memunculkan pro kontra di kalangan anggota dewan.
Pasalnya, dari tiga nama yang diajukan terbilang pejabat baru yang masih dipertanyakan kemampuannya untuk menjadi Sekwan. Terlebih banyak pejabat yang berpengalaman dan perdah menjabat sebagai Kepala Dinas atau Kebala Badan justru malah tidak lolos.
Bahkan Pemerintah Provinsi dianggap asal-asalan dalam melakukan seleksi calon Sekwan. Ketua Fraksi PKB DPRD Riau Abdul Wahid menilai dari ketiga calon tersebut pada umumnya bukan diambil dari pejabat senior.
Pihaknya cukup kecewa dengan nama-nama yang dikirimkan oleh pihak Pemprov tersebut, sehingga pihaknya terpaksa harus menerima dan memilih salah satu dari ketiga calon tersebut.
“Kami kecewa sebenarnya atas tiga nama yang dikirimkan Pemprov Riau tersebut. Tidak ada pilihan lain, mau tidak mau, ya kami terima,†ujar anggota Komisi D DPRD Riau ini, Selasa (16/2/2016).
Terlebih pangkat tiga pejabat tersebut masih tingkat eselon III, dan dianggap kurang berpengalaman. Hal tersebut juga yang menjadi kekhawatiran DPRD. Dimana yang dipilih nantinya ditakutkan tidak bisa menjalankan amanah sebagai Sekwan DPRD Riau. Mengingat begitu banyaknya tugas Sekwan.
Ditambahkan, jika pihaknya menolak ketiga nama tersebut kembali, maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memilih kembali tiga nama baru selanjutnya, seperti pemilihan 3 nama kali ini, yang sudah lama diminta pihak DPRD Riau ke pihak Pemprov Riau.
“Yang dipilih menjadi Sekwan itu seharusnya pejabat senior yang sudah berpengalaman di bidang pemerintahan. Kalau kita berfikir untuk menolak tiga nama itu, maka akan memakan waktu lama lagi, dan proses sekwan defenitif akan makin tidak jelas, makanya mau tak mau harus dipilih,†imbuhnya.
Hal sedikit berbeda disampaikam anggota DPRD Riau, Hardianto. Sekertaris Fraksi Gerindra ini menyampaikan jabatan sekwan merupakan jabatan karir yang sedikit berbeda dibandingkan jabatan-jabatan lainya. Dengan demikian perlu orang yang memang pandai dan piawai dalam menjalankan tugas poko dan fungsinya.
“Sekwan inikan posisinya strategis, jenjang karir tapi juga kerjanya berhubungan politis dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan anggota DPRD. Kita butuh orang yang paham dan pengalaman,†katanya.
Terkait tiga nama yang sudah direkomendasikan, dirinya tidak bisa menilai terlalu jauh. Secara luas dirinya memaparkan bahwa posisi jabatan Sekwa di samping bertugas dan berada di bawah Gubernur juga bertugas di bawah legislatif.
“Siapapun yang diusulkan Gubernur kami tidak bisa terlalu jauh menilai karena ini menjadi kewenangan Gubernur sebagai top leadernya. Akan tetapi sebenarnya harapan kami untuk Sekwan itu, orang yang betul kompeten dan memiliki kualitas serta pengalaman. Karena seperti yang saya sampaikan tadi Sekwan inikan menjabat di bawah Gubernur tapi setiap hari akan bertugas di DPRD dan memfasilitasi DPRD,†katanya.
Lebih jauh politisi Gerindra ini mengatakan, sebenarnya yang paling penting dan idealnya untuk menentukan posisi SekwaN adalah orang yang bisa diterima oleh kalangan Legislatif dan eksekutif. Jika tidak ada kesesuaian menurutnya, kemungkinan akan terus berlanjut kekosongan kursi definitif Sekwan tersebut.
“Kalau saya idealnya yang cantik, ini harus dikomunaskikan dan artinya diterima kedua belah pihak. Gubernur sebagai Owner menyukai dan mengusulkan nama-nama dan kami juga sebagai pemakai bisa menerima pigur tersebut. Ini sebenarnya yang penting,†paparnya.
Sementara itu, hal berbeda disampaikan anggota lainya. Seperti Masnur, Ketua Komisi E ini meyakini bahwa seleksi tiga calon Sekwan tersebut sudah sesuai mekanisme.
Menurut dia, 3 nama yang diajukan oleh pihak Pemprov Riau tersebut sudah melalui seleksi assessment dan sudah teruji kemampuannya. "Mereka diseleksi melalui assessment. Kompetensi mereka secara teknik sudah teruji. Secara peraktek mereka juga punya kemampuan dan pengalaman," ujar Masnur.
Dia menambahkan, dari segi pengalaman ketiganya juga memiliki pengalaman dibirokrat, baik di provinsi atau pun di kabupaten/kota. Menurutnya, ketiga calon tersebut juga sudah dilihat rekam jejaknya masing-masing.
Namun dari ketiga calon tersebut, menurut Masnur yang paling banyak memiliki pengalaman adalah Kaharuddin, dibanding dua lainnya, Suratno dan Nuraini. Namun saat ditanya apakah dirinya lebih mendukung Kaharuddin untuk menjadi Sekwan, Masnur membantah hal tersebut, menurutnya ia hanya menampaikan pengalaman Kaharuddin saja.
“Kaharuddin saya lihat banyak pengalaman, sekarang yang bersangkutan menjabat sebai sekretaris di Dinas Pendidikan Provinsi Riau, sebelumnya juga sempat di berbagai jabatan di kabupaten/kota,†ujarnya.Seperti diberitakan sebelumnya tiga nama calon Sekwan tersebut yakni, Suratno (Kabid Di Dinas Sosial Riau), Nuraini (Kabid Pemberdayaan Sistem Informasi di Diskominfo Riau) dan Kaharuddin (Sekertaris Dinas Pendidikan). ***