
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Efendi alias Robert, salah satu dari 3 tersangka yang tengah dicari pihak kepolisian terkait pembakaran alat berat milik PT SAL, akhirnya menyerahkan diri ke Mapolres Inhil, Rabu (13/8/2014). Pria berumur 45 tahun ini menjadi terkenal akibat namanya yang menjadi target pencarian selama 1 minggu terakhir ini.
Saat berada di ruang Opsnal Reskrim Polres Inhil, kepada GoRiau.com ia mengakui bahwa selama 1 minggu dirinya berada di dalam hutan untuk menghindari kejaran aparat.
''Lupa saya kapan, tapi ketika brimob sudah datang ke desa saya mulai bersembunyi,'' kata Robert.
Ia mengakui sebenarnya ia tidak ingin bersembunyi, namu karena banyak warga yang lari ke hutan, akhirnya ia pun turut mengikuti.
''Awalnya saya bersembunyi di semak-semak belakang rumah, namun kemudian bersama yang lainnya kami masuk kedalam hutan. Setelah di hutan, baru kami berpencar,'' ujar Robert kembali menjelaskan.
Saat diminta keterangan mengenai keterlibatannya dalam aksi pembakaran 9 alat berat milik PT SAL pada (17/6/2014) lalu, ia mengakui tidak dipaksa atau diajak siapapun. ''Tak tau saya, ikut-ikut aja. Tidak ada yang ngajak-ngajak. Saya juga tidak bisa menggunakan telpon genggam, jadi saya tidak bisa menghubungi siapa-siapa selama di dalam hutan'' sebut dia lagi.
Robert juga sedikit bingung perihal namanya yang menjadi target pencarian paling utama menyangkut pembakaran 2 bulan lalu. ''Saya juga heran nama saya paling populer, padahal itu bukan nama asli hanya nama panggilan di desa, nama asli saya Efendi. Saya juga tidak pernah menerima surat panggilan dari pihak kepolisian,'' ujar Robert lagi.
Niat untuk melarikan diri dikatakan dia tidak pernah terlintas, ia hanya ikut-ikutan dengan warga lainnya yang juga lari ke hutan. Ketika sudah selama seminggu menghilang, akhirnya ia menyerahkan diri. ''Apa yang mau saya sembunyikan, tidak ada. Namanya saja orang desa, tidak terlalu ngerti saya. Tapi yang jelas saya sudah memenuhi permintaan pihak kepolisian, dengan menyerahkan diri,'' ujarnya mengakhiri cerita.(ayu)