
BENGKALIS, GORIAU.COM - Orangtua wali murid diingatkan waspada menyusul maraknya aksi percobaan penipuan melalui handphone. Modusnya si penelpon menghubungi orangtua siswa menyebutkan anaknya mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit serta minta dikirimkan uang untuk menebus obat di apotik.
Imbauan itu disampaikan Kabag Humas Setdakab Bengkalis, Andris Wasono menyikapi kasus percobaan penipuan melalui hp yang mengincar target walid murid SD Negeri 5 Bengkalis, Selasa (30/4/2013).
Pada kesempatan itu Kabag Humas juga menjelaskan modus atau cara pelaku. Ia menelepon orangtua murid mengabarkan anak orangtua murid tersebut kecelakaan dan dirawat di RSUD. Untuk meyakinkan orangtua murid, si penelepon mengaku sebagai guru SDN 5. Kemudian untuk lebih meyakinkan orangtua si murid, si penelepon memberikan nomor HP dokter yang menangani dan nomor HP apotek untuk menebus obat. Adapun nomor yang digunakan antara lain 082347113611, 082395768322, 082322213893 dan 085358814885.
Dipaparkan Kabag Humas, sejauh ini memang belum ada laporan orangtua wali murid yang sudah mengalami kerugian material. Namun aksi ini cukup membuat panik orangtua murid, bahkan ada orangtua yang sempat shock dan pingsan ketika mendapat telepon tersebut.
''Kita juga minta kepada aparat penegak hukum menelusuri siapa pelaku percobaan penipuan melalui HP yang cukup meresahkan ini,'' harap Kabag Humas.
Kabag meminta kepada orangtua walid jika mendapat telepon dengan modus tersebut agar jangan melayani atau mempercayainya. Alangkah baiknya dicek langsung ke sekolah atau ditanyakan langsung ke guru sekolah.
''Sejauh ini kasus tersebut baru terjadi di SD Negeri 5. Kita khawatir akan menimpa walid murid sekolah lainnya sehingga bisa meresahkan,'' ujar Andris. (jfk)