
PEKANBARU - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Brigjen Supriyanto ikut berkomentar soal kasus 'menggelitik' terkait beredarnya foto tiga polisi berpangkat Kombes yang kongkow bareng pengusaha, termasuk bos PT APSL di Kabupaten Rohul.
"Kita minta jangan buru-buru menduga ada apa-apa. Sebetulnya apa masalahnya. Polisi itu setiap event atau apa, itu banyak yang minta foto, kan nggak enak kan (kalau ditolak, red)," sebut orang nomor satu di kepolisian Riau ini, Jumat (2/9/2016) siang, di ruang Tribrata Polda Riau.
Ia meminta agar foto itu dicerna dengan logika, sehingga tidak menimbulkan persepsi yang berdampak kurang bagus dan membuat suasana tidak nyaman. "Saya dengar, itu bukan ketemu, tapi kondisinya tiba-tiba mereka (pengusaha, red) datang di tempat yang sama," ungkapnya.
"Anggota kita di sana, karena kebetulan pihak Div Propam Mabes Polri juga di sana. Ya itu tamu Polda, sekalian bahas soal evaluasi kasus di Meranti. Jadi tidak ada kaitan soal SP-3 atau bahas perusahaan yang terlibat pembakaran lahan," tegas dia.
Ia meluruskan, tugas kepolisian soal penanganan kebakaran lahan dan hutan adalah memadamkan api serta mengusut siapa pelakunya, baik itu perorangan atau perusahaan sekali pun. "Itu wanti-wanti saya ke setiap Kapolres di Riau," ulasnya.
"Kita juga sudah koordinasi dengan Propam Mabes, yang jelas bila ada kesalahan kami akan tindak lanjuti. Kami tidak mau diuber-uber, kita masih banyak pekerjaan lain yang tak kalah pentingnya, termasuk mengusut soal kasus kebakaran lahan," tutup Supriyanto. ***