SORONG -- DJ Indah Cleo, gadis berparas cantik asal Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, termasuk dalam daftar 17 nama korban tewas akibat bentrokan di Sorong, Papua Barat, yang dirilis Polda Papua Barat.

Dikutip dari detikcom, Keberadaan DJ Indah Cleo sempat tak diketahui setelah terjadinya bentrokan yang berujung dibakarnya tempat hiburan malam Double O. Dalam daftar korban tewas terbakar di tempat hiburan malam Double O, identitas DJ Indah Cleo ditulis dengan nama aslinya, yakni Indah Sukmadani.

''Berikut kami memberitahukan daftar nama korban yang meninggal dunia (MD) atas dibakarnya Double O (DO) oleh massa," demikian tulis Humas Polda Papua Barat melalui akun Instagram @humaspoldapapuabarat, seperti dikutip dari detikcom.

Para korban tewas berstatus pengunjung dan karyawan Double O. Para korban tewas ini telah dievakuasi ke RS Solube Solu, Kota Sorong.

''Jadi 17 itu tiga pengunjung berarti 14 karyawan, pemain band, vokalis, karyawannya semua,'' kata Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi kepada detikcom, Selasa (25/1).

Berikut daftar nama 17 korban tewas terbakar:

1. Nur Kalsium alias Clara (perempuan), alamat keluarga Kalimantan-Makassar

2. Ferman Saputra (laki-laki), alamat keluarga Palembang

3. Edith Tri Putra (laki-laki), alamat keluarga Palopo-Makassar

4. Afifaf Maesa Nuraini (perempuan), alamat keluarga Bandung

5. Yandra Firman (laki-laki), alamat keluarga Palu-Makassar

6. Melanie Safitri (perempuan), nomor kontak keluarga belum aktif

7. Indah Sukmadani (perempuan), alamat keluarga Bukittinggi-Padang

8. Cristian Wahyu Dianto (laki-laki), alamat keluarga Surabaya

9. Rahmi Dian Putri (perempuan), alamat keluarga Jakarta

10. Mahfud Basuni (laki-laki), alamat keluarga Malang

11. Desra Wahyudi Achiruluis M (laki-laki), alamat keluarga Surabaya

12. Arum Ainun Yakin (perempuan), alamat keluarga Makassar

13. Widyanti Ariesta (perempuan), alamat keluarga Bandung, Soppeng-Makassar

14. Ananin Novalia (perempuan), alamat keluarga Makassar

15. Fikram (perempuan), keluarga datang langsung ke posko antemortem dan sudah terdata

16. Ica (perempuan), keluarga datang langsung ke posko antemortem dan sudah terdata

17. Ridwan Dodoh (laki-laki), keluarga datang langsung ke posko antemortem dan sudah terdata

Penyebab Bentrokan

Polisi mengungkapkan, bentrokan maut antarkelompok pemuda Kei dan Pelauw asal Maluku di Kota Sorong, Papua Barat, diawali perkelahian pemuda pada malam Minggu. Pertikaian ini sempat didamaikan sejumlah pihak, namun bentrokan kembali pecah dan menewaskan 18 korban, termasuk 17 warga yang tewas terbakar di tempat hiburan malam (THM) Double O.

''Semua berawal dari anak muda semuanya. Anak muda yang ribut terus mengaitkan dengan kelompoknya (Kei dan Pelauw). Itu terjadi di malam Minggu,'' kata Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi kepada detikcom, Selasa (25/1).

Perkelahian pada Sabtu (22/1) malam itu berlanjut hingga Minggu dini hari. Pertikaian sempat diselesaikan secara kekeluargaan antarkelompok.

''Kemudian sudah diselesaikan, namun ternyata belum (belum damai), ya masih ada dendam, terjadi ribut lagi di situ, ada penganiayaan lagi, luka,'' kata Adam.

Selanjutnya, pada Senin (24/1) sekitar pukul 23.00 WIT, salah seorang pemuda Kei berinisial KR (20) dihadang dan disabet parang dan tombak oleh kelompok pemuda Pelauw. Penganiayaan tepatnya terjadi di Jalan Sungai Maruni, Kelurahan Sawagumu, Distrik Sorong Utara, ketika KR bermaksud menghadiri rapat di Sekretariat Kei.

''Salah satu masyarakat terlambat datang (rapat) dan tiba-tiba dihadang masyarakat suku Ambon dan memukul KR sehingga terjadi perkelahian,'' kata Kombes Adam.

KR sudah berusaha melarikan diri setelah dianiaya. Namun dia kembali dilukai dengan parang dan tombak. Sejumlah rekan KR yang mengetahui kejadian ini segera melapor kepada rekan-rekannya yang lain di sekretariatnya.

KR sempat dilarikan ke Rumah Sakit Solube Solu untuk mendapat pertolongan. Namun KR dinyatakan meninggal setelah dibawa ke RS.***