SELATPANJANG - Pihak Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti telah mengeluarkan hasil uji sampel terhadap beberapa takjil yang dijual di Bazar Ramadan Jalan Ahmad Yani. Pengujian ini guna memastikan apakah takjil tersebut mengandung bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan.

Kasi Farmamin dan Askes Refiadi SFarm Apt, ketika ditemui di Dinas Kesehatan, Jumat (10/6/2016) mengatakan dari 8 sampel yang mereka tes, hasilnya negatif. Ke 8 sampel takjil itu tidak ada yang mengandung bahan-bahan berbahaya seperti Boraks, Formalin, Rodamin B, dan Methanil Yellow atau pewarna sintetis.

"Hasilnya negatif. Tidak ada temuan apa-apa. Pedagang takjil sampai saat ini masih jujur," kata Refiadi.

Pengujian ini harus mereka lakukan untuk memastikan masyarakat mendapat bahan makanan yang baik dan sehat.

Adapun 8 sampel takjil yang diuji sampel antara lain Bakso Bakar, Kue Ubi, Kue Sagu, Cendol, Es Buah, Es Teler, dan Saus Bakso.

Pada Bakso negatif Boraks dan Formalin, Es Teler negatif Methanil Yellow, Kue Ubi negatif Rhodamin B, Saus negatif Rhodamin B Boraks dan Formalin, Kue Sagu negatif Rhodanim, Pempek negatif Boraks dan Formalin, Es Buah negatif Rodamin, dan Cendol Hijau negatif Formalin.

"Namun demikian, kita harap masyarakat harus berhati-hati. Kalau ada jajanan yang sangat mencolok warnanya, terkadang warnanya tidak merata, itu bisa jadi kecurigaan awal dan bisa melapor ke dinas," pesan Refiadi.

Dijelaskan Refiadi juga jika jajanan menggunakan Rhodamin B dan Methanil Yellow warnanya sangat mencolok dan tidak merata serta rasanya agak pahit. Kalau mengandung Formalin, baunya agak tengik dan lalat tidak mau hinggap. "Itu bisa kita curigai pokoknya kita minta pro aktif masyarakat," ujarnya juga. ***