PEKANBARU, GORIAU.COM - Setidaknya ada sebanyak tujuh item yang akan menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tahun depan. Namun seluruhnya tetap mengedepankan penyelesaian pembangunan yang sempat terbengkalai bahkan belum tersentuh sama sekali.

Prioritas pembangunan tersebut tercetus pada Parpurna Penyampaian Nota Keuangan dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau 2015, di Gedung DPRD Riau, Rabu (3/9/2014).

Setidaknya ada tujuh program prioritas yang akan difokuskan Pemprov Riau pada tahun depan. Tujuh program prioritas tersebut yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan dan perluasan infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, penguatan reformasi birokrasi.

Kemudian pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif serta pelestarian budaya, pembangunan daerah perbatasan dan terisolir dan pengendalian lingkungan hidup, migrasi dan penanggulangan bencana.

"Seluruh program prioritas tetap mengedepankan pembangunan-pembangunan yang belum terselesaikan bahkan belum tersentuh. Semuanya akan didukung dengan pembangunan lainnya," kata Wakil Gubernur Riau (Wagubri), H Arsyadjuliandi Rachman.

Rancangan APBD tahun 2015 disusun dengan menggunakan asumsi-asumsi makro ekonomi yang ditetapkan dalam APBN 2015. Dimana diperkirakan mempengaruhi proyeksi penerimaaan daerah maupun rencana pengeluaran atau belanja daerah dari sisi pendapatan.

Diasumsikan bahwa sektor penerimaan akan dipengaruhi oleh fluktuasi minyak mentah Indonesia.

Pembangunan yang dinilai belum maksimal dirasakan masih banyak. Bahkan hampir di semua aspek yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

Sebut saja seperti ketersediaan fasilitas dan pelayanan-pelayanan publik seperti dunia pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan, fasilitas umum, perkebunan untuk rakyat dan lainnya.***