SELATPANJANG, GORIAU.COM - Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar pelatihan budidaya ikan air tawar. Pelatihan yang digelar di Teluk Belitung itu diikuti 40 peserta dari 9 Kecamatan se Kepulauan Meranti.
Hal itu sebagaimana disampaikan Kadislutkan Kepulauan Meranti, Askandar didampingi pegawai perikanan, Ardi, ketika ditemui di Teluk Belitung, Rabu (3/9/2014) siang.
Kata Askandar, ada 7 jenis ikan air tawar yang dibudidayakan mereka. Diantaranya, Ikan Lele, Ikan Baung, Ikan Patin, Ikan Mas Raja Danu, Ikan Koi, Ikan Nila, dan Ikan Gurami.
Sedangkan dipilihnya ikan darat dalam budidaya itu tambah Iskandar dikarenakan fasilitasnya sangat mudah dikembangkan, teknologi murah, serta mudah dipahami masyarakat. Sedangkan jika ikan laut maka akan sedikit sulit terutama pada kultur pakan alami, serta teknologi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan ikan air tawar.
Untuk peserta sendiri, setidaknya dari 9 kecamatan se Kepulauan Meranti, ad 40 peserta. Dimana delapan kecamatan (kecuali Merbau, red) mengirimkan 4 peserta dalam pelatihan itu. Sedangkan untuk kecamatan Merbau ada 8 orang.
"Setiap kecamatan 4 orang, tapi khusus Kecamatan Merbau pesertanya lebih, karena sebagai tuan rumah. Mereka akan selesai pelatihan ini tanggal 9 September mendatang," kata Askandar.
Ditambahkan Ardi, dari pelatihan budidaya ikan itu, peserta juga diajarkan untuk memproses ikan yang sudah besar selain dijual, yaitu dengan cara mengeringkan (salai, red). Karena menurut Ardi, ikan salai saat ini harganya tinggi.
(zal)