SELATPANJANG, GORIAU.COM - Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi meminta orang tua maksimal dalam mengawasi anak. Pasalnya, saat ini seiring dengan perkembangan teknologi, informasi berbau porno sangat mudah diakses oleh semua kalangan.
Saat ini pula, kasus pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai muncul, diindikasikan salah satu faktor penyebabnya, karena semakin mudahnya akses informasi, baik oleh anak maupun orang dewasa, untuk mengantisipasi merebaknya kasus seksual anak, Bupati meminta tiap orang tua memproteksi anaknya.Â
Kini semua anak sudah punya HP dan bisa mengakses internet secara langsung, segala yang berbau pornografi yang dulunya susah diakses kini sudah dengan mudah di akses.
"Ini tugas kita bersama mari awasi anak kita secara lebih ketat lagi, informasi di HP sudah sangat menghawatirkan," ujar Bupati Meranti.
Menurut Bupati, Guru dan orang tua perlu dilakukam pelatihan bagaimana menghadapi dan mendidik anak dengan baik, dan Pelatihan Penanganan Kasus Anak yang digelar Pemda Meranti dinilai sangat penting dalam pembinaan generasi muda sebagai generasi penerus.Â
Bupati menilai peran orang tua dalam membentuk kepribadian anak sangatlah penting. "Anak merupakan kain putih, jika terjadi kasus pada anak orang tua juga harus berkaca apa yang telah dilakukan terhadap anaknya," papar H Irwan.
Diharapkan dengan pelatihan tersebut dapat memberikan pengetahuan kepada peserta yang nantinya mampu menjadi agen perubahan di Kecamatan masing-masing. "Mari tularkan dan kembangkan ditengah masyarakat tempat peserta berasal," ajak H Irwan dalam rangka meminimalisir perilaku negatif anak.
Ditambahkan H Irwan, menjamurnya warung internet turut memicu perilaku negatif dikalangan anak muda dan tak jarang anak lebih banyak berinteraksi dengan Internet daripada orang tuanya sendiri. Kedepan Pemda Meranti melalui Dinas Perhubungan dan Kominfo akan mencoba mengendalikan Warnet untuk membatasi anak mengakses informasi negatif yang dapat merusak moral generasi muda.
Saat ini penjajahan tidak lagi lewat perang tetapi dengan mempengaruhi pola pikir dan gaya hidup, menurut Bupati banyak kebiasaan yang ditunjukan generasi muda saat ini dipaksakan. "kita lihat apa yang dilakukan anak sekarang sudah tidak sesuai lagi dengan budaya kita," jelasnya.
Untuk itu agama dan kepercayaan harus diperkuat. Dengan mengaktifkan lagi lembaga kemasyarakatan mengantisipasi perbuatan negatif muda-mudi, seperti remaja mesjid yang dapat memberikan pencerahan agar tidak mudah terpengaruhi isu dan informasi yang tidak baik.
(hms)