SELATPANJANG, GORIAU.COM - Sekretaris Komisi III DPRD Kepulauan Meranti, Edi Amin SPdI, mempertanyakan soal penyataan Kepala Dinas Kesehatan Meranti, dr Irwan Suwandi, baru-baru ini yang menyatakan di Meranti tidak ada penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Padahal, dari data Diskes Provinsi Riau beberapa waktu lalu, kasus ISPA di Meranti ada 164 kasus.
"Kita belum tau persis persoalan ini (ISPA, red), mana satu yang betulnya. Kalau memang dikatakan Diskes kabupaten kita tidak ada, kok Diskes Provinsi Riau mengatakan ada pula. Ini perlu dipertanyakan," ujar Edi Amin kepada wartawan, Jumat (21/2/2014).
Ditambahkan Edi lagi, jika memang Diskes Provinsi Riau punya data ternyata valid, maka pihaknya meminta adanya klarifikasi dari Diskes Meranti. Dan begitu juga sebaliknya, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.
Untuk itu, kata Edi pula, Komisi III minta Diskes Meranti juga berkoordinasi dengan Diskes Provinsi Riau apakah data dari provinsi itu valid adanya atau tidak.
"Jangan sampai hal ini jadi persoalan serius dan informasi yang diterima publik (masyarakat, red) simpang siur," tegas politisi PKS Kepulauan Meranti ini.
Dalam pemberitaan sebelumnya di beberapa media lokal beberapa hari lalu, Kadiskes Kepulauan Meranti, dr Irwan Suwandi, ketika ditanya soal ISPA atas kejadian karhutla, di kantornya kemarin menyatakan bahwa tidak ada warga Meranti yang terkena ISPA, dan kondisi udara di Meranti sendiri tergolong tingkat biasa alias masih sehat.
Hal ini tentunya bertolak-belakang dengan pernyataan dari Diskes Provinsi Riau. Bagaimana tidak, berdasarkan Diskes Riau (sesuai pemberitaan, red), di Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat 164 kasus ISPA.***