PEKANBARU, GORIAU.COM - Menyambut tahun baru Islam 1434 H, Paguyuban Kawula Ngayogyakarta dan Sekitarnya (PKNS) Wilayah Riau menggelar tradisi Grebeg Suro dan Pagelaran Wayang Kulit pada Minggu (25/11/2012) malam di Taman Wisata Alam Mayang, Pekanbaru.

Hadir sejumlah tokoh masyarakat asal Ngayogyakarta (Mataram) seperti Ketua PKNS Riau Sudirman, Pembina PKNS Riau Hj Badiun,  DR. H. Indra Muchlis Adnan, SH MH MM, Para Ketua Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia)  dan Amongmitro se Riau, serta sejumlah tokoh masyarakat Jawa di Riau.Pada kesempatan tersebut Indra Muchlis Adnan yang bergelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Indroprodjo, mendapat kehormatan membacakan Titah Dalem dari Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Joyo Hadi Kusumo dari Kesultanan Yogyakarta. Dalam sambutan tertulisnya KPH Joyohadikusumo mengatakan PKNS adalah organisasi independen yang bertujuan mulia yakni pengembangan dan pelestarian budaya Jawa khususnya, yang saat ini terancam dan tertindas oleh budaya global.Disadari atau tidak sifat dan karakter bangsa Indonesia yang saat ini mengarah ke barat-baratan, merugikan eksistensi bangsa yang berkarakter dan berkepribadian luhur. Oleh sebab itu, KPH Joyohadikusumo memberi apresiasi terhadap PKNS yang tetap eksis sampai saat ini menjalankan tugas dan perannya."Organisasi PKNS sangat inklusif dan terbuka dan menjunjung tinggi semangat pluralisme karena banyaknya anggota yang beragama Islam, Kristen, Katholik, Hindu dan Budha. Nilai-nilai Luhur tersebut pantas dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan umat," ujarnya.Masih dalam sambutannya, terkait dalam waktu dekat masyarakat Riau akan melaksanakan pesta demokrasi memilik Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, KPH Joyohadikusumo juga berpesan agar menegakkan marwah masyarakat Riau yang elegan, menjunjung demokrasi dan nilai religius. "Jangan sampai terkoyak oleh kepentingan sesaat. Saya yakin dengan pendekatan budayalah, masa depan Indonesia dan Riau Khususnya akan Berjaya," ujarnya seperti dibacakan Indra M Adnan yang juga Bupati Indragiri Hilir tersebut.Sementara itu, Sudirman selaku pemangku hajat mengatakan acara grebek suro dan pagelaran wayang kulit dilaksanakan sebagai salah satu wujud peran PKNS wilayah Riau dalam melestarikan kesenian Indosesia.Selain bersilaturrahmi sesama warga Jawa, malam itu juga dilanjutkan dengan gelaran wayang kulit semalam suntuk dengan Lakon "Romo Nitik" oleh Dalang Bambang Widji Nugroho dari Yogyakarta. (rls)