
PEKANBARU, GORIAU.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Ahli Boga (Ikaboga) Indonesia Provinsi Riau yang diwakili Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikaboga Kota Dumai berhasil meraih juara III dan harapan I Lomba Pagelaran Makanan Khas Daerah Ikaboga Se-Indonesia yang diselenggarakan bersempena Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV Ikaboga Indonesia, di Hotel Desa Wisata, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, pada 18-19 November 2013.
''Sejak kami bergabung ke Ikaboga pada Juli 2011, ini merupakan kali pertama DPD Ikaboga Riau ikut Rakernas Ikaboga, alhamdulillah, kami sudah menyandang juara III dan Harapan I nasional,'' kata Ketua DPD Ikaboga Riau Dinawati, S.Ag, kepada wartawan, di Pekanbaru, Kamis (21/11/2013).
Menurut Dinawati, DPC Ikaboga Dumai sengaja ditunjuk mewakili Riau untuk mengikuti lomba dan bazar karena dari DPC Ikaboga kabupaten/kota yang ada di Riau, baru DPC Ikaboga Kota Dumai yang sudah dikukuhkan oleh pemerintah daerah dalam hal ini Pemko Dumai.
Pada Rakernas IV Ikaboga Indonesia ini, DPD Ikaboga Riau mengirimkan peserta terbanyak yaitu sebanyak 22 orang yang terdiri dari 6 orang dari DPD Ikaboga Riau, DPC Ikaboga Kota Dumai 10 orang, DPD Ikaboga Rokan Hilir 5 orang, dan DPC Ikaboga Bengkalis 1 orang.
Menyinggung hasil yang dicapai pada Rakernas IV Ikaboga ini, Dinawati mengatakan Ikaboga membuat program kerja bagaimana DPD Ikaboga di seluruh Indonesia mendirikan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di bidang tata boga.
''Dalam pendirian LKP di bidang tata boga ini akan melakukan koordinasi dengan Bidang Pendidikan Nonformal di Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten/kota,'' kata Dinawati.
Selain memprogramkan membentuk LKP, Dinawati berharap LKP tata boga bisa berperan dalam melakukan pelatihan-pleatihan dan kursus di Provinsi Riau yang berkonpetensi.
Dia mengatakan Rakernas juga memprogramkan akan melakukan sosialisasi kurikulum tata boga, materi tata boga kepada masyarakat, dan para pemerhati di bidang tata boga, sehingga nanti mereka harus bersertifikat konpetensi.
''Kerja memang cukup berat, karena di Riau sendiri belum ada LKP tata boga secara nonformal, kalaupun ada lembaga kursus, belum berkoordinasi dengan baik sesuai dengan kompetensi yang dianjurkan berdasarkan peraturan yang ada,'' kata Dinawati. (rls)