PEKANBARU – Berketepatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Bhayangkara, sebanyak 749 personel di jajaran Polda Riau naik pangkat.

Prosesi kenaikan pangkat dipimpin Kapolda Riau Irjen Po Mohammad Iqbal dan dihadiri PJU Polda Riau ldi halaman Mapolda Riau, Jumat (1/7/2022). Kenaikan pangkat diterima 14 perwira menengah (pamen), 21 perwira pertama (pama), 665 bintara dan 22 tamtama.

Kapolda mengatakan, kenaikan pangkat harus meningkatkan kinerja kepolisian dalam pelayanan masyarakat. Selain itu juga melakukan penegakan hukum secara berkeadilan.

“Kemampuan karakter menjadi penting dalam kualifikasi kenaikan pangkat. Pangkat melambangkan kompetensi kinerja dan akhlak. Kinerja harus lebih baik mengayomi masyarakat,” ujar Irjen Iqbal.

Kapolda mengingatkan, agar personel kepolisian dalam melakukan penegakan hukum harus secara berkeadilan.

“Saya berpesan kepada kawan-kawan yang menerima kenaikan pangkat, bahwa pangkat itu kualifikasi. Pangkat melambangkan kompetensi. Saya bagi 2, yakni kompetensi kinerja dan akhlak. Kinerja harus lebih baik, lebih melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Dalam rangka pemeliharaan kamtibmas dan penegakan hukum yang berkeadilan," lanjutnya.

Ia mencontohkan, misalnya anggota Polri di Bidang Reserse, maka selayaknya dia harus lebih menguasai peraturan perundang-undangan. Juga dapat melihat masalah dengan perspektif helicopter view, bukan hanya melakukan penegakan hukum tekstual.

"Kalau ada masyarakat mencuri sendal, atau sebiji durian, masuk unsur, mengambil barang milik orang lain dengan sengaja. Tapi dia harus lihat, karena dia sebagai polisi. Kenapa pelaku mengambil itu, oh ternyata sangat terdesak, butuh makan, ingin menghidupi keluarga. Itulah polisi, berkeadilan," jelas dia.

Kemudian, untuk petugas di bagian patroli, yang misalnya sebelumnya belum melakukan tugas secara maksimal, maka ke depan harus lebih baik dan berinovasi.

"Petugasnya harus turun ke masyarakat, memberikan sosialisasi dan imbauan. 10 saja anggota Polri, Bintara atau Perwira Pertama melakukan imbauan humanis ke masyarakat setiap hari, maka sebulan 300 personel. Akan ada 300 orang setiap bulan yang melihat sosok polisi santun, humanis," tutur mantan Kadiv Humas Polri ini.

Begitu pun personel di bagian staf. Diharapkan dia mampu membuat laporan yang lebih substansial. Bisa lebih memilih narasi yang progresif, dan meningkatkan kualitas dalam melakukan pekerjaan lainnya.

"Itu kompetensi kinerja. Kompetensi akhlak juga penting. Semakin hebat dia melewati dinamika organisasi dan kehidupan. Dia harus tahu bahwa prinsip ibadah harus dibalut kental dalam melakukan tugas-tugas kepolisian," ungkap Irjen Iqbal.

Kapolda Riau, tidak ingin seorang anggota yang punya pangkat bagus, wawasan luas, tapi dia berlaku culas dan memeras. Ini akibat kurangnya kompetensi akhlak dalam diri anggota Polri tersebut.

Begitu pun sebaliknya, seorang anggota Polri yang rajin ibadah, tapi dia malas dan wawasannya tidak beragam, maka pasti output kinerjanya tidak akan maksimal.

"Jadi ini yang saya sampaikan, harus seimbang antara kompetensi kinerja dan akhlak," terangnya.

Tak hanya itu, Irjen Iqbal turut menyampaikan apresiasi kepada para insan Bhayangkari. Karena menurutnya, dibalik anggota polisi yang hebat, pastilah ada sosok wanita yang luar biasa pula.

"Pada kesempatan ini saya sampaikan selamat kepada personel yang mendapat kenaikan pangkat. Tunjukkan bahwa di momentum Hari Bhayangkara ini, kita bisa berbuat lebih. Berkontribusi untuk masyarakat bangsa dan negara lewat institusi kepolisian," tandasnya. ***