
SIAK SRI INDRAPURA – Jum'at siang itu, pengunjung pustaka keliling kegiatan bujang kampung Sri Gemilang, Koto Gasib tampak sepi. Waktu menunjukan pukul 11.15 WIB, terlihat seorang pria sepuh memakai baju batik biru celana coklat berdiri di samping mobil pustaka sambil membaca buku.
Bersamanya, terlihat juga beberapa orang siswa sekolah dasar duduk lesehan beralas tikar, sambil membolak-balik buku. Saat didekati, kakek itu sedikit kaget. Namun, dia langsung tersenyum saat reporter media center bertanya dan ia langsung memperkenalkan diri.
"Saya Nazaruddin ke sini, ingin melihat-lihat buku. Kebetulan sekarang saya baca buku agama judulnya,'ada surga untuk pembunuh 99 orang',"ujar Nazaruddin mengaku berusia 68 tahun dan warga asli Sri Gemilang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak Itu.
Ayah tujuh anak itu, memiliki hobi membaca dan nonton berita, usia senja tak menjadi alasannya, untuk mendapatkan ilmu dengan membaca buku di pustaka keliling milik Dinas Perpustakaan Siak. Hampir 1 jam ia berada di pustaka keliling itu, sudah satu buku pula ia selesaikan.
Menurutnya, membaca membuka cakrawala, menemukan hal-hal baru. Menambah pengetahuan baru. Makin banyak baca, semakin banyak tahu segala hal.
“Sayang, pustaka ini sampai pukul 04 sore, dan buku pun tak bisa dibawa balik. Buku ini belum selesai saya baca, sangat bagus isinya, motivasi tentang agama,” kata dia.
Kakek 16 cucu itu, hanya tamat sekolah kejar paket C dan ke kesehariannya berkebun. Di usianya 68 tahun, semangatnya tidak kalah dengan anak-anak SD di sampingnya, untuk melihat dan membaca buku bermanfaat.
Ini menjadi motivasi bagi anak-anak muda dan pelajar, yang hidup di zaman serba online dengan telepon pintarnya dan dampak negatif dari sosial media.
“Zaman sekarang, anak-anak setiap menit pegang smartphone, mereka lebih senang baca media sosial daripada membaca buku sekolah," sebut Udin.
"Saya cuma lulus paket C, kalau baca buku saya hobi, di rumah sering lihat berita juga menambah wawasan,” kata Udin.
Wakil Bupati Siak Husni Merza juga sempat berkunjung ke mobil pustaka keliling dan menyapa Nazaruddin yang sedang asik dengan bukunya.
“Apa kabar pak? Alhamdulillah, sehat pak Wakil. Baca buku apa pak tanya Wabup Husni ? baca buku tentang Islam pak! mantap. Usia sudah lanjut, tapi semangatnya patut kita contoh,” kata Husni.
Husni juga menyinggung rendahnya, literasi dan minat baca masyarakat. UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia.
"Artinya minat baca masyarakat kita sangat rendah, survei Program for International Student Assessment (PISA) 2019, juga menunjukan Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara, atau 10 negara terbawah tingkat literasi rendah,” jelasnya.
"Ini tantangan kita kedepan, bagaimana melalui dinas terkait ada upaya-upaya konkret agar masyarakat kita terbiasa membaca buku Jangan asik baca chat whatsApp aja, tapi budaya baca ditumbuhkan," singgung Husni. ***