
JAKARTA – PT Hakaaston (HKA) berhasil meraih peringkat idAA- dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) pada Juni 2025. Peringkat ini diberikan seiring capaian kinerja keuangan perusahaan yang menunjukkan tren positif hingga semester I 2025, serta peran strategis HKA dalam mendukung mobilitas masyarakat di jaringan jalan tol nasional.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko HKA, M. Izzan Zubair, menyampaikan bahwa capaian tersebut menegaskan semakin strategisnya posisi HKA di lingkungan usaha PT Hutama Karya (Persero).
“Capaian ini mengonfirmasi bahwa HKA kini memiliki posisi penting dalam ekosistem layanan jalan tol nasional. Kontribusi kami terus bertumbuh, sementara pengelolaan keuangan tetap dijalankan secara konservatif namun efektif. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat menjaga pertumbuhan yang sehat sekaligus berkelanjutan,” ujar Izzan.
HKA dinilai memiliki eksistensi kuat di wilayah layanan ekonomi utama, dengan kapasitas operasional yang dapat diandalkan. Dalam laporannya, PEFINDO menyatakan bahwa meskipun industri jalan tol menghadapi tantangan akibat fluktuasi volume lalu lintas, kondisi tersebut tidak berdampak langsung terhadap kinerja HKA yang berfokus pada layanan operasi dan pemeliharaan.
Sejak 2023, HKA telah bertransformasi menjadi perusahaan yang terfokus pada layanan operasi dan pemeliharaan jalan tol. Perusahaan kini dipercaya menjalankan operasional, pemeliharaan, inspeksi jalan, pelayanan lalu lintas, dan berbagai kegiatan pendukung lainnya guna memastikan keamanan serta kenyamanan pengguna jalan tol di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan laporan keuangan unaudited semester I 2025, HKA mencatat pendapatan sebesar Rp469 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar 67 persen atau Rp315 miliar berasal dari jasa layanan operasi dan pemeliharaan jalan tol. Sementara 33 persen lainnya, senilai Rp154 miliar, disumbang oleh penjualan hotmix dan spun pile, mencerminkan diversifikasi pendapatan yang turut memperkuat kinerja komersial HKA di sektor konstruksi jalan.
Kinerja keuangan HKA juga didukung oleh EBITDA sebesar Rp67,02 miliar serta laba bersih setelah minoritas senilai Rp38,9 miliar pada semester I 2025. Jika dibandingkan dengan capaian sepanjang 2024, EBITDA HKA tercatat Rp158,9 miliar dan laba bersih sebesar Rp75 miliar. Hal ini menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten.
Secara year-on-year, laba bersih semester I 2025 sebesar Rp38,9 miliar meningkat dari Rp21,5 miliar pada semester I 2024. EBITDA juga naik dari Rp57,5 miliar menjadi Rp67,02 miliar dalam periode yang sama.
“Peringkat idAA- dari PEFINDO menjadi refleksi atas komitmen kami dalam menjaga kinerja yang sehat, prudent, dan adaptif terhadap dinamika industri. Ini adalah hasil kolaborasi seluruh insan HKA dalam menjaga keberlanjutan bisnis secara bertanggung jawab serta sinergi yang erat dengan induk perusahaan. Capaian laba bersih dan EBITDA pada semester ini merupakan hasil nyata dari upaya efisiensi yang secara konsisten kami jalankan di seluruh lini usaha,” tambah Izzan.
PEFINDO dalam catatannya menekankan bahwa peringkat HKA tetap berkaitan erat dengan profil kredit PT Hutama Karya (Persero) sebagai induk usaha. Perubahan struktur kepemilikan, kontribusi strategis, atau kondisi keuangan induk dapat berdampak terhadap peringkat HKA. Tekanan terhadap peringkat juga dapat terjadi jika profitabilitas perusahaan menurun signifikan atau terjadi peningkatan utang yang tidak sebanding dengan proyeksi pendapatan.
Dengan pencapaian ini, HKA menegaskan komitmennya sebagai perusahaan layanan jalan tol yang profesional, amanah, dan adaptif terhadap tantangan masa depan. HKA terus berkontribusi dalam menciptakan infrastruktur jalan tol yang andal, aman, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. ***