PEKANBARU - Mendengar kata history, tentu yang terpikirkan ialah sejarah. Kata yang berasal dari Bahasa Inggris tersebut juga berarti masa lampau.

Terinspirasi dari kata history tersebut, hadirlah sebuah cafe di Jalan Samarinda, Kota Pekanbaru yang menonjolkan kuliner-kuliner lama dan khas Riau.

Tetapi jangan salah, selain menghadirkan konsep kuliner lama, cafe ini juga memadukannya dengan nuansa modern, sehingga mampu memberikan cita rasa khas yang berbeda.

Ketika berada di luar cafe, pengunjung tidak perlu khawatir akan kehabisan lahan parkir. Sebab, cafe ini memiliki area parkir yang cukup luas dan mampu menampung banyak kendaraan.

Suasana History Cafe pun dibuat senyaman mungkin. Dengan lampu-lampu gantung dan hiasan bunga, pengunjung bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang terkasih.

Di dalam cafe, terdapat pilihan tempat duduk yang sesuai dengan kebutuhan pengunjung. Salah satunya ialah sofa yang menjadi favorit. Sebab, di belakang sofa tersebut terdapat wallpaper dengan beberapa ikon sosial media yang cocok untuk berswafoto.

Menurut pemilik cafe, Reza, kuliner lama yang dimaksud ialah makanan dan minuman lama yang kembali hadir, namun tetap tidak meninggalkan gaya modern.

"History Cafe menjual kuliner lama. Seperti minuman khas Riau, Laksmana Mengamuk yang dihadirkan kembali dengan nuansa modern," ujar Reza di Pekanbaru, Minggu (2/12/2018).

Reza juga menambahkan, bahwa minuman khas yang paling banyak dipesan ialah Underwater Siak dan Milkshake Anak Perawan.

"Underwater Siak ini bisa untuk berdua, kenapa namanya itu? Karena, jika diibaratkan, minuman ini adalah Sungai Siak. Jelly dan selasihnya ini berarti ikan dan hewan yang ada di sungai tersebut," ujarnya menjelaskan.

Selain Underwater Siak, makanan favorit cafe ini ialah ayam jerit dan nasi 3 warna. Maksudnya, nasi putih, kuning, dan nasi merah yang semuanya disajikan dalam satu penyajian. Nasi 3 warna ini cocok untuk yang ingin merasakan cita rasa berbeda tetapi tetap memesan satu jenis makanan.

Tak seperti cafe lain yang terkenal dengan harga mahal, harga makanan dan minuman di History Cafe ini cukup terjangkau. Untuk makanan, harga yang ditawarkan beragam, mulai dari Rp10.000 hingga Rp35.000. Begitu juga dengan minumannya, yakni mulai dari Rp5.000 hingga Rp23.000.

Reza menjelaskan, harga kuliner di History Cafe yang terjangkau tak lepas dari kerjasamanya dengan peternak ayam. Selain itu, bahan makanannya pun dibeli dari pasar-pasar tradisional, bukan dari pusat perbelanjaan modern.

"Kami kerjasama untuk pasokan ayamnya. Belanja juga di pasar tradisional, sehingga bisa murah," terangnya.

Untuk segmentasi pemasaran sendiri, Reza menargetkan kaum millenial sebagai sasaran utama. Selain itu, pebisnis dan wirausahawan juga ia fokuskan. Karena itulah, suasana cafe yang modern dan instagramable dipadukan dengan kuliner lama dan klasik.

"Sasaran utamanya itu kaum millenial yang membutuhkan tempat tongkrongan, tetapi dengan harga terjangkau. Cocok juga untuk kumpul keluarga dan tempat diskusi," tutupnya. ***