PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Hingga Oktober 2012, tercatat 79 kasus. HIV - AID di Kabupaten Pelalawan. 12 kasus diantaranya AIDS dan 67 kasus HIV. serta 6 kasus diantaranya meninggal dunia. Peningkatan pengidap HIV - AIDS tersebut karena Kabupaten Pelalawan merupakan daerah industri yang sedang berkembang yang menjadi tujuan pendatang dari dalam dan luar negeri serta tingginya tingkat mobilitas penduduk.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim yang juga Ketua Komisi Penanggulangan Aids Pelalawan menjawab wartawan usai Peringatan Hari AIDS se-dunia tingkat Kabupaten Pelalawan Sabtu (1/12/2012). Peringatan Hari AIDS Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim bersama ratusan pelajar membagikan bunga kepada pengguna Jalan Maharaja Indra (Jalan Lintas Timur-red) dekat lapangan sepakbola Pangkalann Kerinci.Tak hanya Wabup Pelalawan bersama isteri Dra H Asnidar Marwan, ikut pula membagikan bunga sekaligus kalender Ny Dra Hj Ratna Mainar Harris, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Pelalawan Drs H Abdul Muiz serta Kabid P2PL Diskes Pelalawan H Asril,S.Km M.Kes.Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul  10.00 WIB. Pada kesempatan itu, ratusan pelajar dan masyarakat juga membubuhkan tanda tangan di spanduk yang disedikan pihak pelaksana BPPKB Pelalawan.Peringatan Hari AIDS, sebut Wabup dimaksudkan untuk membuka dan memelihara kepedulian terhadap kepedulian terhadap orang dengan HIV dan AIDS (ODHA). Hal ini karena adanya stigma  dan diskriminasi terhadap pengidap penyakit HIV AIDS tersebut. ‘’Namun yang terpenting adalah upaya pencegahan penularan dan penyebaran HIV/AIDS lebih lanjut,’’ungkapnya.Kesemapatan yang sama Kepala BPPKB Pelalawan Drs H Abdul Muiz menyebutkan, peringatan Hari AIDS 2012 yang mengusung tema Lindungi Perempuan dan Anak dari HIV dan Aids yang sebelumnya disampaikan juga oleh Bupati Pelalawan H M Harris megajak semua pihak untuk berperan aktif  aktif dalam meningkatkan perlindungan bagi perempuan  dan anak-anak.Diingatkannya juga, untuk menangkal lajunya epidemic HIV/AIDS yakni dengan terus meningkatkan pondasi keagamaan dalam keluarga sehingga generasi penerus dapat terhindar dari segala keburukan dan perbuatan tercela yang pada akhirnya dapat meningkatkan kwlitas kehidupan dimasa mendatang. (kst)