
PEKANBARU - Industri dan perkebunan sawit masih mendominasi jumlah laporan dan pengaduan di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Riau. Selama Januari hingga Juli 2023, terdapat 156 laporan atau pengaduan dari berbagai sektor.
Kadisnaker Provinsi Riau, Dr Imron Rosyadi kepada GoRiau.com, Kamis (27/7/2023) mengatakan, dari 156 laporan tersebut, sektor yang paling banyak adalah sektor industri sawit dan perkebunan sawit, serta beberapa di sektor migas dan sektor lainnya.
Sebagai respons atas laporan dan pengaduan ini, pihak Disnaker Riau telah melakukan penyelesaian permasalahan dengan pihak perusahaan terkait. "Alhamdulillah, semua berjalan lancar," ucap Imron.
Menurut Kadisnaker Riau, laporan atau pengaduan terkait hubungan kerja di berbagai sektor bisnis menjadi prioritas mereka. Pemutusan kontrak sepihak dan masalah kompensasi kerap menjadi poin utama dalam pengaduan tersebut.
Imron menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau intensif perusahaan-perusahaan di sektor migas dan sawit, yang kerap menjadi lokasi rawan kecelakaan kerja. "Kami sering mengingatkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna meminimalisir kecelakaan kerja," jelasnya.
Kadisnaker Riau berjanji untuk membantu pekerja yang merasa mendapat perlakuan diskriminatif dari perusahaan tempat mereka bekerja. "Kami menyediakan layanan pengaduan di kantor Disnaker Provinsi Riau. Masyarakat tidak perlu ragu untuk mengadu di kantor kami, karena kami akan merespon setiap pengaduan yang masuk," tutup Imron. ***