
PEKANBARU – Hingga 18 Desember 2025, sebanyak 3.691 kepala keluarga yang bermukim di Taman Nasional Tesso Nilo, Pelalawan, Riau telah terdata. Mereka total menguasai 10.106 hektare lahan di kawasan konservasi tersebut.
Dari jumlah tersebut, 228 kepala keluarga dengan luas lahan 600 hektare telah direlokasi ke tempat yang baru. Diharapkan, jumlah yang direlokasi akan terus meningkatkan sehingga pemulihan lahan konservasi bisa dengan cepat dilakukan.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan proses pendataan menjadi pondasi merupakan proses lenting dalam merumuskan kebijakan relokasi yang berkeadilan dan berbasis fakta di lapangan. Data yang akurat dinilai menjadi kunci agar setiap kebijakan tepat sasaran.
Ia menilai, keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pendataan menunjukkan meningkatnya kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kawasan konservasi. Hal ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi keberhasilan program pemulihan TNTN ke depan.
“Terima kasih, ini buktinya bahwa masyarakat sudah sadar dan capaian tersebut merupakan fondasi penting bagi kebijakan relokasi yang adil berbasis data,” ujarnya.
Dikatakannya, pemulihan ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang merupakan kawasan strategis nasional, tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak memperoleh perhatian dan perlindungan yang adil dari negara.
''Ini wujud nyata keseriusan pemerintah dalam menata kembali kawasan konservasi sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat yang selama ini beraktivitas di dalam kawasan TNTN,'' ujarnya di Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (20/12/2025).
Pada kesempatan itu, ia juga mengapresiasi Tim Percepatan Pemulihan Ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo (TP2E TNTN) yang telah bekerja melakukan pendataan kartu keluarga, verifikasi, dan validasi terhadap masyarakat. Tak hanya itu saja, kelompok tani juga dilakukan pendataan secara terbuka dan berkeadilan.
“Saya berterima kasih kepada tim percepatan pemulihan ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo yang telah melakukan pendataan dan verifikasi serta validasi terhadap masyarakat serta kelompok tani yang beraktivitas di dalam kawasan secara transparan dan berkeadilan,” tutupnya. ***