
PEKANBARU - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru, Provinsi Riau, akhirnya mengevakuasi massa kongres HMI yang sudah dua hari bertahan di Gedung Gelanggang Remaja. Evakuasi ini dilakukan Senin (23/11/2015) malam, sekitar pukul 21.00 WIB, dengan menggunakan truk Sabhara.
Pantauan GoRiau.com, ratusan massa itu diangkut dengan beberapa unit truk Sabhara kepolisian, dari Gelanggang Remaja menuju gedung aula takraw, kawasan Purna MTQ, Pekanbaru, Riau. Evakuasi berlangsung alot, dan massa tidak melakukan penolakan. Tampak diantara mereka ada mahasiswa dan juga mahasiswi.
"Kita tidak mau ada lagi insiden dan keributan seperti tadi sore (dengan Askar Theking,red). Saya tidak tahu dari kelompok mana mereka yang kita nilai sudah memprovokasi terlebih dahulu. Maka dari itu, kami menerima saran polisi untuk segera dievakuasi," sebut Ramlin, selaku Forkom perintis cabang Makassar, saat diwawancarai GoRiau.com.
Dengan dipindahkannya lokasi inap mereka, sambung Ramlin, rekan-rekan HMI bisa mendapatkan fasilitas yang memadai, khususnya terhadap kader asal Makassar. "Karena sampai kini Panitia Kongres Nasional masih mengabaikan kami dan tidak bisa menepati janjinya. Maka itu kami berkoordinasi dengan kepolisian, kira-kira bagaimana solusinya," sambung dia.
Ramlin juga sempat menyinggung mengenai banyaknya senjata tajam yang ditemukan saat polisi menggelar sweeping di Gelanggang Remaja. "Senjata tajam saya tidak tahu, bukan anggota saya. Karena begini, teman-teman Makassar itu identik dengan menjaga diri dan membawa senjata tajam, jadi bukan berarti ingin mencari lawan, namun melindungi diri," tutupnya. ***