
PEKANBARU - Lima tempat karaoke dan bilyar jadi target razia Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru, Riau dan jajaran Polsek, Jumat (3/6/2016) tengah malam. Razia berdurasi empat jam ini berhasil mengamankan seorang pria yang kedapatan membawa plastik diduga berisi sabu ke room.
Lima tempat karaoke dan bilyar ini rata-rata berada di Kecamatan Tampan, antara lain Lyric Karaoke, Maestro, Super Idol, Koro-koro dan Family Box. Pengunjungnya yang mayoritas kaum ABG (Anak Baru Gede) tersebut sontak kaget ketika melihat kedatangan petugas berpakaian polisi dan sipil.
Satu persatu room diperiksa, termasuk pengunjungnya. Yang menarik, di mana polisi mendapati ada pria berkaraoke ditemani waria di salah satu tempat itu. Awalnya polisi hampir saja tidak sadar kalau orang yang berdandan seperti wanita itu ternyata laki-laki. Ini baru diketahui ketika petugas memeriksa Kartu Tanda Penduduk (KTP).
"KTP anda ini laki-laki?," tanya polisi. "Iya pak," jawab salah seorangnya. "Oh, saya kira wanita, maaf bisa diperlihatkan barang-barang bawaannya," lanjut petugas. Karena terlanjur salah mengira, aparat yang ketika itu berada di ruangan terlihat menahan tawa, karena polisi nyaris memanggil Polwan untuk melakukan penggeledahan badan.
Tidak cuma polisi, pria yang karaoke dengan waria ini juga tampak tersenyum malu-malu sambil menunduk, entah karena dia juga sama-sama tidak tahu kalau yang menemaninya adalah laki-laki berdandan seperti wanita atau karena sebab lainnya.
Lebih lucunya, kostum pria ini ternyata bertuliskan Turn Back Crime (Non polisi). "Wah Turn Back Crime. Oke mantap, jangan pakai narkoba ya, selamat melanjutkan hiburannya," tukas polisi setelah memastikan tidak ada barang terlarang yang dibawa masuk ke room karaoke.
Pada razia ini, polisi menjaring seorang pria yang kedapatan membawa bungkusan plastik bening diduga berisikan sabu-sabu. Pria itu ikut digeledah sesaat sebelum masuk room karaoke Koro-koro bersama teman wanitanya. Memastikan apakah itu narkoba, polisi pun terpaksa membawa keduanya ke kantor polisi.
Tepat sekitar pukul 01.00 WIB, razia pun selesai. Operasi serentak tersebut sempat menjadi perhatian sejumlah pengunjung dan warga sekitar. Ini memang merupakan intruksi langsung Kapolda Riau, Brigjen Supriyanto, agar memaksimalkan razia khususnya jelang Bulan Ramadan. ***