DURI - Sejak akhir tahun 2015 lalu, pembangunan rumah dinas (rumdis) Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar dan Kebersihan Kecamatan Mandau berukuran 6 X 6 Meter meter persegi atau bertype 36 yang telah siap dibangun. Namun hingga kini, Rabu (4/5/2016) rumah tersebut tidak kunjung ditempati calon pemiliknya dengan alasan yang tidak jelas.

Menariknya, rumah yang dibangun dengan anggaran cukup fantastis sebesar Rp 193.900.000 melalui Anggaran Dana Pembelanjaan APBD Bengkalis Tahun 2015, malah dihuni oleh ratusan burung gereja. Suasana rumah dinas itu terdengar ramai oleh suara kicau-kicau burung.

Kepala UPT Dinas Pasar dan Kebersihan Kecamatan Mandau, Ahmad Saputra saat dikonfirmasi GoRiau.com, Rabu (4/5/2016) sedang tidak berada di kantornya. Bahkan sari sekian banyak stafnya di kantor juga tidak mengetahui keberadaan sang pimpinan mereka itu.

"Waduh saya tidak tau. Kebetulan baru sampai juga. Tadi kelapangan lihat anggota kerja," ungkap Hendri, staf UPT Dinas Pasar dan Kebersihan Mandau.

Ketika ditanyakan soal rumah dinas kepala UPT Dinas Pasar dan Kebersihan itu, Hendri juga enggan berkomentar. "Silahkan tanyakan langsung dengan kepala UPT Dinas Passar atau langsung ke Kepala Dinas," imbuhnya lagi.

Dari informasi yang GoRiau.com rangkum dilapangan, alasan rumah dinas itu belum memiliki sumber air yang jelas dan sarana pendukung lainnya. Itulah yang menjadi alasannya dasar Kepala UPT Dinas Pasar dan Kebersihan Mandau ogah menempati rumdin tersebut.***