BAGANSIAPIAPI – Haul ke-79 Tuan Guru Syekh Oesman Syahabuddin Al Khalidi Naqsabandi akan digelar selama tiga hari, 18 sampai 20 September 2025 atau bertepatan dengan 2-4 Syafar 1447 Hijriah. Rangkaian acara dipusatkan di Madrasah Rumah Suluq Tariqat Naqsabandiah, Jalan Madrasah Bagan Timur, Bagansiapiapi, Rokan Hilir.

Kegiatan akan dimulai Kamis (18/9/2025) dengan pengajian serta khatam Alquran. Dilanjutkan Jumat (19/9/2025) dengan pawai akbar dan ratib akbar. Malam puncak haul akan diisi dengan tabligh akbar menghadirkan seorang penceramah.

"Segala sesuatunya sudah diprogramkan dan dimatangkan untuk semua rangkaian acara. Kami juga mengundang jamaah dari luar daerah, sekolah madrasah, dan pendidikan Islam di Bagansiapiapi," ujar Tuan Guru Chalifah Idris, pimpinan keempat Madrasah Suluq Syekh Oesman Syahabuddin, Ahad (7/9/2025).

Ia menambahkan, panitia saat ini fokus pada administrasi dan persiapan teknis lainnya. "Kegiatan ini untuk kali kedua kami laksanakan sebagai syiar Islam dan insyaallah akan dihadiri ribuan jamaah serta undangan lainnya," tambahnya.

Haul Syekh Oesman Syahabuddin pertama kali dilaksanakan pada 2024. Ulama besar kelahiran Tanah Putih tahun 1875 ini merupakan anak dari HM Sholeh, seorang guru tariqat Samaniah sekaligus guru silat 21 hari yang populer di Riau.

Sejak muda, ia menuntut ilmu agama kepada Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan di Babussalam Langkat, Sumatera Utara. Pada 1913-1920, ia menimba ilmu di Jabal Qubis, Makkah. Sekembalinya, ia sempat mengajar di Batu Pahat, Johor, Malaysia atas perintah Syekh Abdul Wahab Rokan, sebelum akhirnya pulang ke Bagansiapiapi.

Syekh Oesman Syahabuddin kemudian ditunjuk Sultan Syarief Qasim sebagai Hakim Kerapatan Tinggi, Hakim Polisi, Hakim Syariah, sekaligus Hakim Kepala Suku di Kenegerian Kubu-Bangko-Tanah Putih. Ia dikenal sebagai pendiri rumah suluk pertama di Bagansiapiapi.

Tokoh penyiar Islam ini wafat pada peristiwa Bagansiapiapi II, 18 September 1946. Jasadnya tidak ditemukan, namun negara mengakui perjuangannya sebagai Veteran RI sejak 1960.

Penerus rumah suluk Syekh Oesman Syahabuddin tercatat berturut-turut adalah Tuan Guru Syekh Chalifah Rozali, Syekh Chalifah H Madian, dan kini dipimpin Tuan Guru Chalifah Idris.

Haul sebelumnya tahun 2024 dihadiri jamaah tariqat dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya Riau dan Sumatera Utara. Pada kesempatan itu, jamaah dapat melihat peninggalan pribadi Syekh Oesman Syahabuddin berupa jubah, tongkat, surat-surat, hingga foto lama. ***