RENGAT, GORIAU.COM - Dugaan pemotongan tunjangan sertifikasi guru agama SD, SMP dan SLTA se-Kabupaten Indragiri Hulu dikecam. Jajaran Depag yang harus memberi tauladan justru menunjukkan contoh yang tidak baik.
''Jangan sampai tongkat yang membawa rebah. Kita bertopang pada tongkat malah tongkat itu yang jatuh,'' ujar Ketua LSM MPR Ber-Nas (Masyarakat Perduli Reformasi Berwawasan Nasional) Kabupaten Inhu Hatta Munir menanggapi adanya pemotongan tunjangan sertifikasi guru agama di Depag Inhu.
Seperti diberitakan sebelumnya, para guru agama mengeluh karena adanya pemotongan hingga mencapai Rp 1 juta perorangan, sementara gaji sertifikasi tersebut hanya dibayar 10 bulan selama tahun 2012.
''Jika ini benar terjadi sangat disayangkan sekali sebab lembaga ini seharusnya jadi suri tauladan contoh dan pencitraan perangai dan perilaku yang baik,'' tambahnya. (aun)