
PEKANBARU, GORIAU.COM - Masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi penipuan yang bakal terjadi kapan saja. Kali ini pelakunya memanfaatkan situasi jelan pemilihan legislatif. Salah satu contoh kasusnya nyaris menimpa warga Pasirpangaraian, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.
Adlin (32), warga yang dimaksud itu, Rabu sianh (15/1/2014), mengaku nyaris menjadi korban penipuan mengatasnamakan anggota Dewa Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Ramli Sanur.
Ketika itu, Selasa (14/1/2014), korban mendapatkan informasi dari temannya bahwa ada seorang anggota DPRD Riau bisa membantu untuk memasukkan isteri menjadi karyawan di PT Perkebunan Nusantara V untuk wilayah Kabupaten Rokan Hulu. "Saya kemudian diminta untuk datang ke Pekanbaru membawa uang tunai sebesar Rp25 juta sebagai biaya panjar. Waktu itu, saya dibawa oleh seorang teman yang baru dikenal, bekerja sebagai karyawan pabrik milik PT PN V," katanya.
Adlin mengaku berangkat dari rumahnya menuju Kota Pekanbaru dengan menyertakan isterinya, Witriani (25).
Namun kemudian dia mengaku curiga dan berinisiatif untuk menghubungi seorang adiknya yang tinggal di Pekanbaru. "Saya sama adik saya dan isteri kemudian bertemu dengan orang yang dimaksud di sebuah hotel berbintang yang berada di tengah kota," katanya.
Waktu itu, kata dia, kecurigaan semakin besar karena orang yang dimaksud ternyata bukanlah anggota DPRD seperti yang dijanjikan. "Mereka itu hanya mengaku sebagai sekretaris dari Ramli Sanur yang katanya anggota DPRD Riau," kata dia.
Karena curiga, kata dia, uang tunai yang telah disiapkannya itu tidak jadi diberikan. "Tadinyakan uang Rp25 juta adalah sebagai panjar. Sisanya Rp25 juta lagi menyusul. Karena curiga, kemudian tidak jadi diberikan," kata dia.
Belakangan, kata Adlin, orang tersebut menerornya dengan terus menghubungi lewat sambungan telepon.
Mereka kata dia, memaksa untuk bertransaksi ulang dengan mengajak ketemu kembali guna memperjelas situasi. "Tapi saya telah mengecek ke sejumlah teman dan ternyata itu adalah penipuan. Karena di perusahaan yang dimaksud tidakada penerimaan tenaga kerja," katanya.
Perwira Kepolisian Daerah Riau mengimbau masyarakat agar mewaspadai tindak penipuan yang mengatasnamakan legislator dalam hal apapun termasuk penerimaan lapangan pekerjaan. "Apalagi sekarang mau memasuki hari pemilihan legislatif," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo.(fzr/ant)