PEKANBARU, GORIAU.COM - Setelah lebih dua pekan dilanda kekeringan hingga terjadi kebakaran lahan penyebab munculnya kabut asap, pihak pemerintah akhirnya melakukan tindakan. Salah satunya dengan pengeboman di kawasan lahan yang terbakar dengan amunisi air.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (21/6/2013), menyatakan, rencana itu akan dilaksanakan hari ini, termasuk juga akan dilakukan upaya hujan buatan di beberapa wilayah dengan kondisi terparah.

"Upaya ini diawali dengan menggelar rapat. Saat ini kami sedang menggelar rapat di Kantor Gubernur Riau dengan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Riau Mambang Mit," kata Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, E Tarigan.

Rapat tersebut menurut dia, juga dihadiri oleh Kepala Polisi Daerah Brigjen Pol Condro Kirono beserta sejumlah pejabat pada dinas-dinas atau lembaga-lembaga terkait lingkungan dan sosial.

Setelah rapat koordinasi dilakukan, kata dia, hari ini juga akan dilaksanakan upacara pelepasan pesawat penabur "benih" hujan dan pembawa "amunisi" bom air di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.

"Upaya penyemaian hujan buatan akan dilakukan hingga titik kebakaran lahan di Riau benar-benar terminimalisasi," katanya.

Penaburan benih hujan buatan akan di fikuskan ke beberapa kabupaten yang paling banyak terdapat titik kebakaran lahan. Seperti Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Kota Dumai, Rokan Hulu dan Kabupaten Siak, menurut dia akan dilintasi pesawat penabur "benih" hujan itu.(fzr)