
PEKANBARU, GORIAU.COM - Akibat krisis ekonomi dan turunya harga sawit, Herman Dahlan, pria asal Bangkinang Kampar, memilih berprofesi sebagai penjual pulsa keliling di Pekanbaru, Riau.
Pria yang biasa disapa Ocu Herman ini, sudah berusia 56 tahun, memiliki empat orang anak, dan yang terkecil masih berusia 12 tahun/ kelas enam SD.
Sejak krisis yang melanda Indonesia pada tahun 1998 yang lalu, Ocu Herman terpaksa menjual lahan sawitnya demi mencukupi biaya hidup keluarganya.
Mulai tahun 2008, Ocu Herman memutuskan untuk pindah dari Bangkinang ke Pekanbaru, setelah tiga orang anaknya pergi merantau dan memilih menetap di Jakarta.
Saat bertemu GoRiau.com, Ocu Herman sedang menjajakan pulsanya kepada warga, dengan berjalan kaki dan menggantungkan spanduk kecil bertuliskan (Pulsa keliling terlengkap), berusaha menawarkan daganganya.
"Mas mau beli pulsa," kata Herman mencoba menawarkan ke warga, Rabu (14/10/2015).
Sebagian warga yang merasa iba, segera mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membeli pulsa yang ditawarkanya, dengan ramah Ocu Herman pun segera melayaninya.
"Alhamdulilah mas, walaupun penghasilan sedikit yang penting halal, bisa untuk makan dan bayar kontrakan rumah," ucapnya.
Ketika ditanya soal idenya menjual pulsa keliling, Ocu Herman pun terlihat sedih dengan mata berkaca-kaca, sesekali mengusap keringat yang mengucur dari dagunya.
"Ini sudah garis yang maha esa mas, dulu saya termasuk hidup berkecukupan, saya punya ladang sawit walaupun tak lebar, tapi sejak krisis dan turunya harga sawit, saya terpaksa menjualnya untuk makan sehari-hari, dan sebagian dibuat modal usaha tapi tidak berhasil," cerita Ocu Herman kepada GoRiau.com.
Sejak kepindahanya ke Pekanbaru, Ocu Herman tidak jua mendapatkan pekerjaan, sehingga dengan uang tersisa dia mulai berjualan pulsa dengan cara berkeliling dari kampung ke kampung.
Menurutnya dia mulai bekerja dari pagi pukul 07.00 Wib sembari mengantar si bungsu ke sekolah dan pulang kerumah ketika sudah malam.
"Ya terkadang sampai jam sembilan, kadang jam delapan malam, tidak beraturan sih mas, alhamdulilah dengan berjualan seperti ini saya bisa dapat rata-rata Rp150 ribu/hari," jelasnya.
Baginya saat ini, dengan berprofesi sebagai tukang pulsa keliling sudah sangat bersyukur bisa menghidupi keluarga, dengan dibantu istrinya sebagai tukang cuci di rumah tetangga.
Ocu Herman juga berharap agar pemerintah benar-benar memperhatikan warga miskin, dan para petani sawit di Provinsi Riau.
"Kasihan para petani, sudah pupuk mahal, harga sawitnya tidak seimbang, harapan saya jangan sampai ada warga yang mengalami nasib serupa dengan saya," pungkasnya.(dnl)